Translate

Kamis, 22 Maret 2018

Seminar Bioteknologi di ITB(Institut Teknologi Bandung) & virus parvovirus (muntaber dogy) :)

Selamat siang temen temen & sahabat sahabat Klinik Hewan Happiness :)

Maaf baru bersua lagi, karena banyaknya seminar yang diikuti bulan ini. Hari ini mimin (admin) mau sharing tentang undangan dari PT Bioneer tentang workshop Bioteknologi – protein synthesizer yang diadakan di Ruang Rapat Gedung Center for Advanced Science – ITB :)
Temen temen dokter klinik hewan happiness, belajar tentang penelitian protein (protein research) yang begitu mendalam di bidang bioteknologi yang begitu maju. Selain belajar teori, temen temen dokter klinik hewan happiness juga melakukan praktek Protein Training & analysis untuk melakukan kultur & pemurnian (purifikasi) protein, sangat bermanfaat ilmu & pengetahuan yang diberikan J. Terimakasih ITB, PT. Bioneer, dan rekan sejawat Bapak dr. Fransiskus Satria untuk undangannya
Pembicaranya keren keren ahli di bidang bioteknologi ada Dr. Sukma Nuswantara, M.Phil (dari LIPI - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) & Dr. Ernawati Arifin G.R. (Recombinant protein usage & application) dari ITB



Gambar 1, Dr. Sukma Nuswantara, M.Phil dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) memberikan materi tentang Exiprogen protein training & analysis. Terimakasih prof untuk ilmu & pengetahuannya :)


Gambar 2. Praktek recombinant protein usage & application (Dr. Ernawati Arifin G.R.) - ITB (Institut Teknologi Bandung) :)


Gambar 3. Close ceremony di ruang rapat Gedung center for advanced science ITB


Video 1. Dogy chelsea sebulan dititip dirawat di klinik, mencari yang mau adopsi, berhasil ada yang mau adopsi :)

Terimakasih baik semua :)



Parvovirus pada dogy :)

Parvovirus mulai dikenal pada tahun 1978 dan hanya beberapa bulan saja telah menyebar ke seluruh dunia karena sangat menular, Diduga virus ini merupakan hasil mutasi virus panleukopenia pada kucing (penyebab penyakit distemper kucing). Itulah sebabnya saat belum ada vaksin untuk parvovirus,untuk sementara waktu anjing divaksinasi dengan vaksin distemper kucing.
Parvovirus menyerang anjing dari segala ras dan umur. Angka kematian akibat penyakit ini sangat tinggi karena hewan akan mengalami dehidrasi hebat akibat sering muntah dan mencret.

Gejala Dan Tanda
Gejala yang tampak dari serangan penyakit ini tergantung pada tipe virus yang menyerang. Ada dua tipe virus, yaitu parvovirus tipe jantung dan tipe pencernaan. Serangan parvovirus tipe alat pencernaan akan menunjukan gejala antara lain penderita akan menjadi sangat depresif, nyeri perut, serta selalu muntah dan mencret (terkadang dengan darah) yang baunya sangat busuk.
Sementara gejala akibat serangan parvovirus tipe jantung antara lain radang otot jantung (myocarditis) yang sangat fatal disertai timbunan cairan di dalam paru-paru yang disebut hydrotorax. Virus tipe ini akan menyebabkan kematian yang sangat cepat atau mendadak, terutama pada anjing umur 5-6 minggu.

Pengobatan
Pengobatan di arahkan pada upaya  untuk mengatasi dehidrasi dan mencegah infeksi sekunder. Oleh karena penderita selalu muntah dan mencret maka pengobatan lewat mulut tidak efektif dan tidak dapat dilakukan. Untuk itu dianjurkan agar penderita di rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif melalui infus makanan, obat, dan roboransia (vitamin dan mineral).

Pencegahan
   Pencegahan   terbaik adalah vaksinasi teratur. Vaksin  parvovirus telah lama beredar di Indonesia baik dalam kemasan monovalen (satu jenis vaksin) maupun polivalen (kombinasi beberapa  jenis vaksin). Sebaiknya anjing divaksinasi sejak umur 6, 8, 12, dan 16 minggu dengan vaksin monovalen kemudian di ulang setiap tahunnya dengan vaksin monovalen ataupun polivalen anjing yang divaksinasi umur 16 minggu sebaiknya diulang 4 minggu kemudian dan selanjutnya diulang setiap tahun. Namun, untuk menunggu anjing berumur 16 minggu sangatlah riskan karena frekuensi penularan virus ini sangat tinggi. Anjing yang mendapat  nutrisi berimbang bebas parasit dan memperhatikn kebersihan umum akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Kesehatan Lingkungan
Parvovirus sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, meskipun di luar tubuh virus ini dapat hidup di tanah beberapa bulan hingga setahun. Agar populasi virus cepat hilang, sebaiknya kandang dan peralatan didesinfeksi  berulang kali lalu dijemur desinfektan yang digunakn misalnya lysol, sublimat povidon kaporit atau formalin 1%. Desinfektan dapat dibeli bebas di apotek kecuali sublimat dan formalin 1% yang harus dengan resep dokter.  Bila ingin memelihara anjing lain setelah anjing sebelumnya menjadi korban parvovirus dianjurkan agar anjing sudah divaksinasi parvovirus sedikitnya dua minggu sebelum didatangkan, bahkan lebih baik lagi kalau sudah divaksinasi ulang.   

 Gambar 1. anak anjing (puppies) yang terinfeksi parvovirus tampak lemas

Gambar 2. anak anjing (puppies) rentan terhadap virus parvovirus

Gambar 3. Hewan yang terinfeksi parvovirus perlu mendapatkan perawatan intensif (diinfus)

Terimakasih, kalo boleh ada saran untuk tulisannya =)



Related post :

Distemper anjing (dog distemper / canine distemper) :
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2010/12/mewaspadai-penyakit-virus-yang.html

Adopsi anjing milik klien :
http://adopsianjingkita.blogspot.com/2013/02/adopsi-anjing-1.html

Komunitas pengadopsi kucing :
http://komunitaspengadopsikucing.blogspot.com/2012/07/kucing-kucing-yang-butuh-diadopsi.html

Sabtu, 24 Februari 2018

Insight / Pandangan Baru dari Seminar “Bioteknologi –Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” Kementerian Kesehatan (Kemenkes) & virus rhinotrachitis pada kucing :)

Gong Xi  Fa Cai, temen temen yang merayakan imlek :)


Selamat pagi sahabat sahabat klinik hewan happiness, maaf lama untuk tulisan buletin bulan ini, soalnya kesibukan juga dengan aktivitas untuk start up agro muda perkasa & seminar di Jakarta yang diikuti. Pada tanggal 22 februari kemarin,  tim klinik hewan happiness mendapat undangan dari salah satu rekanan agro muda perkasa untuk mengikuti seminar tentang” Bioteknologi - Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” dengan Kementerian Kesehataan di UOB Plaza deket Bunderaan HI & hotel kempinski jakarta :)



Gambar 1 flyer seminar


Pembicaranya Keynote Speaker Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Moeloek, Sp. M(K) (Menteri Kesehatan RI), Ir. Penny Kusumaastuti (Kepala BPOM), Drs Maura Linda Sitanggang Apt., Ph.D. (DIrjen Kefarmasian & ALat Kesehatan Kemenkes), Drs. Sie Djohan Apt. (DIrektur PT Kalbe Farma Tbk). Gpp dokter hewan belajar dari dokter manusia sesuai konsep One Health, One World :)

Melalui seminar ini tim klinik hewan happiness belajar & mendapat insight baru bahwa dalam era revolusi industry 4.0 (dimana robotic, artificial intelegence, machine learning begitu maju di bidang komputerisasi. Ternyata di bidang medis / kesehatan, bioteknologi begitu maju dan merupakan masa depan dalam menghasilkan obat obatan melalui GMO (genetic modified organism) dan rekayasa genetika. Obat adalah industri yag high regulated. Tetapi sayangnya Indonesia 90% bahan baku obat obatan masih impor, karena bahan baku kimiawinya belum tersedia di Indonesia.

Salah satu upaya melepaskan ketergantungan impor bisa dilakukan dengan mendorong pertumbuhan industri bahan baku biologi nasional. Obat biologi merupakan bahan baku obat-obatan yang berasal dari pengembangan kultur sel atau molekul biologi melalui proses purifikasi menggunakan rekayasa bioteknologi.

Pengembangan bioteknologi ini merupakan upaya penyediaan bahan baku obat yang lebih murah di dalam negeri. Selain dapat mengurangi ketergantungan impor sehingga menekan harga obat, pendirian pabrik bahan baku obat biologi dapat menghasilkan devisa negara karena dapat juga diekspor ke sejumlah negara.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga akan terus mendorong pengembangan industri farmasi nasional. Langkah ini diberikan melalui fasilitasi, regulasi yang mendukung, serta melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu pemerintah juga berencana memberi insentif untuk investasi pada pembangunan fasilitas bahan baku lokal farmasi. Termasuk keringanan pajak penghasilan, pengembalian pajak, dan bentuk insentif lainnya. 

“Adanya payung hukum dan iklim investasi yang kondusif diharapkan dapat mendorong pengembangan industri farmasi di Tanah Air. Ini merupakan bagian dari roadmap industri farmasi,” kata Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt., Ph.D., Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes dalam Katadata Forum bertajuk “Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” di Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.








Gambar 2,3 & 4 acara seminar


“Bioteknologi –Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Referensi :
https://m.detik.com/finance/industri/d-3888338/resmikan-pabrik-kalbe-jokowi-ri-tak-ditinggal-negara-lain

http://nasional.kompas.com/read/2018/02/27/12445001/di-depan-jokowi-bos-kalbe-sebut-90-persen-bahan-baku-obat-masih-impor

Rhinotracheitis pada kucing :)

Ingus berat / jahat menular pada kucing (infectiosa feline rhinotracheitis) juga disebut pneumonitis. Penularan penyakit ini sangat cepat, terutama pada anak-anak kucing. Penyakit ingus jahat ini disebabkan oleh virus golongan herpes yang biasanya menginfeksikan secara kompleks bersama  virus mikoplasma lainnya dalam alat pernapasan calicivirus (virus) dan Chlamydia (mikoplasma). Itulah sebabnya penyakit ini juga disebut penyakit alat pernapasan kompleks tingkat kematian ingus jahat ini cukup tinggi

1.       Gejala dan Tanda
 Gejala awal dari penyakit ini ialah kucing selalu bersin yang kemudian menderita demam dengan suhu badan 40-41celcius, hilang nafsu makan dan depresif. Gejala lebih lanjut tampak adanya radang mata radang sinus hidung (sinusitis dan rhinitis), keluar air liur berlebihan ingus mengental yang mulai keluar dari lubang hidung serta mulai tampak luka di selaput hidung, mulut, bibir,atau lidah.

2.       Pengobatan
Pengobatan diarahkan pada penanggulangan atau pengurangan gejala yang disebut terapi simptomatik. Selain itu, pengobatan dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh melalui pemberian makan bergizi secara paksa. Untuk mencegah infeksi sekunder dan membasmi mikoplasma chlamydia, penderita diberikan antibiotik spektrum luas. Obat tetrasiklin salah satu obat yang cukup efektif mengatasi Chlamydia. Ingus yang keluar harus sering dilap. Bila tidak, ingus akan cepat mengering dan menyumbat hidung sehingga penderita akan sulit bernafas. Untuk mengurangi keluarnya ingus, berikan obat tetes hidung yang berisi ephedrine sulfate 0,25% sebanyak dua tetes untuk setiap lubang hidung.
Gejala lain yang perlu dikurangi atau ditanggulangi adalah radang mata dan reaksi alergi. Untuk mengobati radang mata dapat dipakai salep mata tetrasiklin sebanyak 5-6 kali sehari untuk mengurangi reaksi alergi , berikan tablet CTM dengan dosis 8 mg untuk kucing dewasa dan 4 mg untuk anak kucing dalam dosis yang terbagi 2-3 kali sehari.

3.       Pencegahan
Pencegahan hanya dapat dilakukan melalui vaksinasi teratur sejak umur 7-8 minggu, terutama pada kucing ras. Agar diperoleh kekebalan yang baik, vaksinasi diulang dua kali dengan interval 3-4 minggu, lalu divaksinasi lagi setiap tahun. Vaksin terhadap penyebab penyakit terhadap pernapasan kompleks (herpes, calicivirus, dan Chlamydia) ini sudah lama ada di Indonesia dalam bentuk polivaksin.

4.       Kesehatan Lingkungan
Virus penyebab penyakit ini disebarkan melalui ingus yang keluar dari hidung dan kotoran dari mata penderita. Untuk itu, penderita harus segera diisolasi/dikarantina. Selain itu, sebaiknya anda jangan memelihara kucing terlalu banyak karena penyakit ini berbanding lurus dengan banyaknya kucing yang dipelihara kucing yang terlalu banyak pun perlu mendapatkankan perhatian, gizi, dan perawatan individual yang kurang. Bila populasi kucing tidak terkontrol keberadaan dapat sebagai hama dan pembawa jenis penyakit lain


(tulisan ini dibuat setelah banyaknya 2 bulan terakhir ini klien pemilik kucing ke klinik hewan happiness, kucingnya terkena Infectiosa Feline Rhinotracheitis karena bandung dan sekitarnya musim dingin / kemarau dingin sehingga kucing lebih mudah turun daya tahan tubuhnya)

Jika ada komentar dan saran atas tulisan, terimakasih =)


Gambar 1. Kucing yang terinfeksi Infectiosa  Feline Rhinotracheitis mengalami rhinitis dan sinusitis


Komunitas pengadopsi kucing :
http://komunitaspengadopsikucing.blogspot.com





Terimakasih, semoga bermanfaat :)

Sehat sehat Sahabat sahabat Klinik Hewan Happiness semuanya :)

Video 1. dogy chelsea sebulan dirawat ditinggal pemilik di klinik, akhirnya ada yang mengadopsi :)

Terimakasih baik semua :)

Rabu, 24 Januari 2018

Mari Melindungi Hewan Hewan yang hampir punah :)



Hewan atau satwa adalah ciptaan yang Maha Kuasa yang perlu dijaga kelestarian & kehidupannya :)

Pengertian satwa Liar berdasarkan Undang Undang No.5 tahun 1990 pasal 1 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya adalah semua binatang yang hidup di darat dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50-150 spesies bumi punah setiap harinya. Proyeksi tersebut menyebutkan Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Laju kepunahan beragam spesies saat ini mencapai 40-400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu. Penyebab kepunahan spesies antara lain disebabkan degradasi habitat, perdagangan, dan perburuan

Berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomer 7 tahun 1999 yang merupakan turunan hukum dari UU No.5 tahun 1990. Pemeliharaan atau pengawetan (bahasa hukum pemeliharaan yaitu upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah), bertujuan untuk (pasal 2) :

a.      Menghindarkan jenis tumbuhan dan satwa dari bahaya kepunahan;
b.      Menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa;
c.       Memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem yang ada;  
 Agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia secara berkelanjutan


Penetapan jenis satwa liar pada Pasal 4 PP Nomer 7 Tahun 1999 menyebutkan, jenis satwa ditetapkan atas dasar golongan :
a.      Tumbuhan dan satwa yang dilindungi
b.      Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi

Berikut jenis-jenis satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah Nomer 7 Tahun 1999) :
Mamalia
1
Anoa dataran rendah
2
Anoa pegunungan
3
Binturung
4
Babirusa
5
Paus biru
6
Paus bersirip
7
Banteng
8
Kambning Sumatera
9
Rusa bawean
10
Menjangan Rusa, Sambar
11
Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
12
Ajag
13
Kubung
14
Musang air
15
Monyet hitam Sulawesi
16
Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrogalus)
17
Badak Sumatera
18
Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
19
Duyung
20
Gajah
21
Kucing merah
22
Kucing hutan, Meong congkok
23
Kuwuk
24
Kucing dampak
25
Kucing emas
26
Kucing bakau
27
Beruang madu
28
Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
29
Landak
30
Bajing terbang ekor merah
31
Bajing tanah bergaris
32
Bajing tanah, tupai tanah
33
Lutra
34
Lutra Sumatera
35
Monyet Sulawesi (Macaca brunnescens)
36
Monyet Sulawesi (Macaca maura)
37
Bokoi, Beruk Mentawai
38
Monyet jambul
39
Musang Sulawesi
40
Trenggiling, Peusing
41
Paus bongkok
42
Kidang, Muncak
43
Sigung
44
Kahau, Bekantan
45
Harimau dahan
46
Kelinci Sumatera
47
Malu-malu
48
Lumba-lumba air tawar, Pesut
49
Macan kumbang, macan tutul
50
Harimau Jawa
51
Harimau Sumatera
52
Cukbo, Bajing Terbang
53
Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
54
Orang Utan, Mawas
55
Lutung dahi putih
56
Lutung dahi merah, Kelasi
57
Surili
58
Joja, Lutung Mentawei
59
Rungka
60
Musang Congkok
61
Landak irian, Landak semut
62
Jelarang
63
Badak Jawa
64
Simpei Mentawai
65
Tapir, Cipan, Tenuk
66
Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
67
Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
68
Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
69
Lumba lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)

Aves (burung)
1
Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
2
Jantingan gunung
3
Burung madu sangihe
4
Burung udang, raja udang (semua jenis dari pamili Alcedinidae)
5
Berencet wargan
6
pecuk ular
7
Mandar sulawesi
8
Kuau
9
Kuntul,bangou putih
10
Julang, Enggang, RANGKONG, kangkareng (semua jenis dari famili bucer0tidae) Kakatua putih besar jambul kuning
11
Kakatu gofin
12
Kakatua seram
13
Kakatua kecil jambul kuning
14
Itik liar
15
Junai, burungmas, minata
16
Kakatua kecil jambul kuning
17
Kakatua kecil jambul kuning
18
k asuari kecil
19
Kasuari
20
Kasuari gelambir satu
21
Kasuari leher kuning
22
Bangau hitam, sandanglawe
23
Burung sohabe coklat
24
Burung matahari
25
Pargam raja
26
Kuntul karang
27
Kuntul, bangau putih
28
(semua jenis dari genus Egretta)
29
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
30
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
31
Nuri sagir
32
Wili-wili, sagir, bebek laut
33
Seriwang sangihe
34
Burung cenderawasih
35
(semus jenis dari famili paradiseidae)
36
Burung merak
37
Gangsa laut
38
(semus jenis dari famili paradiseidae)
39
Burung paok, burung cacing
40
(semua jenia dari famili Pittidae)
41
Ibis hitam, Roko-roko
42
Merak kerdil
43
Kakatua raja,kakatu hitam
44
Gelatik kecil,Gelatik gunung
45
Ibis hitam, Roko_roko
46
 Ibis hitam punggung putih
47
Kasturi raja, betet besar
48
Burung namdur, burung dewata
49
Burung kipas perut putih, Kipas gunung
50
Burung kipas
51
Burung kipas ekor merah
52
Burung tepus dada putih
53
Burung  tepus pipi perak
54
Dara laut berjambur
55
Burung dara laut
56
Gangsa batu
57
Gangsa batu kaki merah
58
Nuri sulawesi
59
Terinil tutul
60
Kasumba, suruku, burung luntur
61
Trulek ekor putih


Reptilia (melata)
1
Tuntong
2
Penyu tampayan
3
Kura-kura Irian
4
Kura Irian leher panjang
5
Penyu hijau
6
Labi-labi besar
7
Soa payung
8
Sanca hijau
9
Buaya air tawar Irian
10
Buaya muara
11
Buaya siam
12
Penyu belimbing
13
Kura Irian leher pendek
14
Penyu sisik
15
Bunglon sisir
16
Soa-soa, Biawak ambon, Biawak pohon
17
Penyu ridel
18
Penyu pipih
19
Kura-kura gading
20
Sanca bodo
21
Sanca Timor
22
Kadal Panana
23
Senyulong, Buaya sapit
24
Biawak Kalimantan
25
Biawak coklat
26
Biawak Maluku
27
Biawak Komodo, Ora
28
Biawak abu-abu
29
Biawak hijau
30
Biawak Timor
31
Biawak Togian


Insecta (serangga)
1
Kupu bidadari
2
Kupu sayap burung peri
3
Kupu sayap burung goliat
4
Kupu sayap burung surga
5
Kupu burung priamus
6
Kupu burung rotsil
7
Kupu burung titon
8
Kupu trogon
9
Kupu raja (genus Troides)


Pisces (ikan)
1
Selusur Maninjau
2
Ikan raja laut
3
Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
4
Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
5
Wader goa
6
Peyang malaya, Tangkelasa
7
Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso

 Terimakasih semoga bermanfaat :)



Gambar 1. Gajah termasuk hewan yang dilindungi


 

Gambar 2. Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) termasuk hewan dilindungi :)

 

Terimakasih :)

Video 1. Pemeriksaan rusa di Tangerang, Balaraja :)


Video 2. Pengobatan anak kucing (kitten) otitis @Kota Baru Parahyaangan (KBP)

Terimakasih :)