Translate

Jumat, 09 Juni 2017

Program Magang Praktek Mahasiswa :)

Program Penitipan Hewan Kesayangan Lebaran
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2015/06/penitipan-hewan-kesayangan-liburan-2015.html

Selamat berpuasa bagi temen temen Klinik Hewan Happiness yang menjalankan 

Awal bulan april ini,, klinik hewan happiness mendapatan beberapa proposal magang,dari teman teman mahasiswa FKH UGM Yogyakarta (calon rekan sejawat) yang sedang libur kuliah antar semester (ganjil & genap). Para mahaiswa terebut mengikuti magang melalui kelompok studi di kampusnya masing masing. Sudah 3 tahun ini program ini berjalan.

Seperti tahun sebelumnya (kakak-kakak angkatannya), teman-teman belajar tentang sistem  klinik hewan happiness, SOP (Standar Operaional Prosedur) klinik hewan happiness, mengamati pengobatan hewan yang sakit, dan kunjungan ke rusa yang ditangani tim  klinik hewan happiness.




Semoga kegiatan ini bermanfaat tidak hanya untuk mahasiswa yang magang & dokter hewan yang praktek tetapi juga masyarakat luas yang mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari dokter hewan :)



Gambar .1. Kunjungan mahasiswa magang ke penangkaran rusa :0

Gambar 2. surat pengantar dari FKH UGM yogyakarta :>


Semoga bermanfaat, Terimakasih :>

Tambahan :

Video 1. Pemeriksaan rusa di tangerang, banten oleh tim klinik hewan happiness :)

Video 2. Penanganan dogy husky komandan Kaden A Pelopor Sat Brimob Polda Jabar @ Klinik Hewan happiness :)Ii 

Video 3. Penganan  dogy gejala parvovirus (muntaber dogy)
Terimakasih :)

Sabtu, 06 Mei 2017

Pengobatan Penyakit Ikan (part I) :)

Pengobatan penyakit ikan memerlukan pendekatan yang berbeda dengan penyakit hewan di darat, ikan adalah hewan poikilothermal dan sifat perilaku biologis ikan diatur secara pokok oleh temperatur air, pH air, tekanan osmosis air, dissolved gas (gas oksigen terlarut), dan faktor lingkungan lain seperti parasit & protozoa. Faktor kondisi air juga menentukan agen kausatif dapat menyebabkan penyakit di suatu populasi ikan.

Diagnosa penyakit pada ikan memerlukan beberapa tahapan, observasi (pengamatan) perilaku pada ikan seperti tidak mau makan, bernafas dengan cepat, berenang miring di permukaan, sempoyongan, menggosok gosokan tubuh pada tepi / pinggir kolam perlu diperhatikan. Selain didukung pengambilan (koleksi) sampel dan spesimen diagnostik yang tepat.

Metode kontrol penyakit pada populasi ikan, meliputi :
1.       Diagnosa penyebab penyakit
2.       Karantina dan pembatasan penyebaran ikan
3.       Pemberian obat – obatan (farmakotherapi) dan sanitasi yang baik
4.       Imunisasi (vaksinasi) ikan dari penyakit
5.       Pemutusan siklus hidup agen penyakit

6.       Pembatasan dan kontrol dari substansi asing yang membahayakan (substansi asing yang bersifat toksik)








Gambar 1. Tim klinik hewan happiness (khh) dipanggil di salah satu kediaman (rumah) di kota Bandung, mengobati ikan koi yang terinfeksi protozoa dactylogyrus, metode yang digunakan obat tetes pada luka dan dipping air


 Gambar 2. Proses penetesan obat pada luka ikan :)

Gambar 3. Menghangatkan (meningkatkan) suhu air kolam merupakan salah satu metode mudah untuk memutus siklus hidup agen penyakit, terutama golongan protozoa :)


 Ditunggu masukan dan komentarnya, untuk tulisan yang sedikit ini :). Terimakasih


Video 1. Kunjungan & pemeriksaan rusa di ciumbuleuit :)


Video 2.  Pengobatan Kucing rhinotracheitis (influenza) pada Kucing :)

Video 3. Pengobatan kucing Bengal @klinnik hewan happiness

Terimakasih :)

SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL  1.02.005901.04.2016.005825

SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI




Jumat, 31 Maret 2017

Mewaspadai penyakit virus berbahaya pada dogy (Dog Distemper) :)

Semboyan “mencegah lebih baik daripada mengobati”masih relevan untuk selalu diingat. Mencegah adalah upaya yang mudah, murah, dan efektif. Sementara mengobati adalah upaya yang sulit, merepotkan, mahal, dan belum tentu menolong.
Menyaksikan hewan kesayangan sakit merupakan faktor stress tersendiri bagi pemiliknya. Oleh karena hewan kesayangannya menderita, siklus kegiatan pemiliknya sehari-hari seperti bekerja, makan dan tidur ikut terganggu sehingga akibatnya dapat stres. Terlebih lagi kalau penyakitnya sangat menular dan berbahaya sehingga dapat berakibat fatal bagi hewan padahal sebenarnya untuk mencegah sangat mudah, yaitu dengan melakukan vaksinasi yang diulang lagi setiap setahun sekali. Tidak sulit menyediakan waktu setahun sekali untuk melakukan vakksinasi bagi hewan kesayangan Anda.
Pada permulaannya, segala dan tanda umum suatu penyakit adalah sama seperti suhu badan tinggi, tidak ada nafsu makan , mencret, dan muntah sedangkan gejala khasnya belum muncul. Itulah sebabnya dokter hewan di klinik hewan perlu melengkapi data pasiennya dengan penunjang medis melalui pemeriksaan labolatorium sehingga perlu waktu untuk mengetahui penyebabnya. Pada tingkat inilah klien dokter hewan seringkali mengeluh karena tidak diberi tahu jenis penyakitnya atau kalaupun diberi tahu sering berbeda antara dokter yang satu dengan yang lainnya.
Pada tulisan ini akan dikemukakan secara singkat gejala, pengobatan, dan pencegahan beberapa jenis penyakit menular terpenting pada anjing dan kucing. Dengan mengetahui gejala dan tanda-tanda penyakit pada hewan maka hal itu sudah merupakan tindakan P3K. Bila diketahui gejala tersebut merupakan akibat dari penyakit yang sangat berbahaya, Anda dapat denga segera membawa hewan tersebut ke klinik hewan untuk diberi pengobatan.

A.Distemper Anjing (Dog Distemper)
Distemper anjing (canine distemper) disebabkan oleh virus dari golongan paramyxoviridae. Virus ini ada dimana-mana dan mencemari udara, makanan, minuman dan lingkungan. Anjing yang menderita malnutrisi, banyak kutu dan cacingan mudah terserang distemper. Anjing dari gejala umum, terlebih anak anjing akan lebih rawan dan menyebabakan tingkat kematian tinggi akibat penyakit distemper anjing.
1.gejala dan tanda
Gejala permulaan adalah demam (dapat mencapai 40-42oC), depresif, tidak ada nafsu makan, batuk, mencret (kadang berdarah), cermin hidungnya kering dan berkerak, dan keluar belek dari mata. Teracak ujung jari di bawah kuku (telapak kaki) menjadi kering, keras, dan tajam sehingga penyakit ini pun disebut hardpad disease. Anjing yang lebih tua (karena mempunyai kekebalan alami) atau yang pernah mendapat vaksinasi distemper (tetapi sudah kadaluarsa) terkadang dapat mengtaasi stadium ini.
Pada umumnya anjing memperlihatkan gejala-gejala gangguan syaraf Karena virus penyebabnya memang masuk ke dalam jaringan syaraf. Pada stadium ini anjing akan menjadi cacat. Gangguan syaraf lainnya adalah lemah, otot bergetar, sempoyongan, mulut dan lidah selalu mengecap, kejang, hingga menjadi lumpuh. Akibat gejala lumpuh inilah distemper diidentikan dengan polio pada manusia.
Belum ada obat-obatan untuk membunuh virus penyebab distemper anjing sehingga upaya pengobatannya pun hanya ditunjukan untuk menjaga hewan agar tidak terjadi komplikasi karena infeksi sekunder. Upaya tersebut adalah memberikan infuse, antibiotik spektrum luas, roborrantia (mineral dan vitamin) serta gizi yang baik. Selain itu, penderita pun dapat diberikan serum (homoserum) dan dibantu dengan terapi simptometik (pemberian obat berdasarkan gejala yang diperlihatkan) seperti menghilangkan gejala batuk dan mencret.
Tindakan pencegahan paling murah dan efektif adalah vaksinasi distemper secara teratur sejak anjing berumur 6, 8, dan 12 minggu, lalu diulang setiap tahun. Bila anjing di pertama umur 12 minggu, sebaiknya pengulangannya dilakukan 4 minggu kemudian. Selanjutnya vaksinasi diteruskan setiap tahun sekali.
Vaksinasi harus dilkukan oleh dokter hewan Karena profesinya dilindungi oleh undang-undang dan diberi hak. Anjing yang telah divaksinasi akan diberikan serifikat vaksinasi yang berisi identitas anjing, nama vaksin, tanggal vaksinasi, serta nama, tanda tangan, dan stempel dokter hewan. 
Virus distemper tidak tahan hidup di luar tubuh dan lingkungan. Mungkin sebulan setelah penderita distemper disingkirkan atau mati, di lingkungan tersebut sudah tidak ada lagi virus yang hidup. Namun demikian, semua peralatan dan kandang bekas korban distemper harus didesinfektan terlebih dahulu sebelum dipergunakan lagi. Kalau akan memelihara atau memasukan anjing baru ke suatu wilayah, sebaiknya mintakan dahulu vaksinasi distemper minimal 2 minggu sebelumnya.

                        Gambar 1. Anjing yang menderita distemper, mengalami radang di saluran pernafasan

Gambar 2. Terjadi pengerasan pada telapak kaki (Hard pad disease) adalah salah satu gejala virus distemper

Semoga bermanfaat :)

SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL  1.02.005901.04.2016.005825

SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI

Tambahan :)

Video 1. Pengobatan snot burung kenari Australia @klinik hewan happiness :) 


Video 2. Kucing Himalayan :), pasca operasi caesar :) @klinikhewanhappiness 

Terimakasih :)

Kamis, 09 Februari 2017

Kunjungan & Pemeriksaan Rusa di Ciumbuleuit 2017 :)

Tulisan tentang pengetahuan & teknik Budidaya Rusa :) :
http://agromudaperkasa.blogspot.co.id/2017/01/budidaya-rusa.html


Selamat pagi sahabat klinik hewan happiness :) Lama tak bersua

Sudah 7 tahun tim klinik hewan happiness melakukan kunjungan dari tahun 2010. Setiap seminggu sekali qta berkunjung, melakukan pemeriksaan, pengobatan rusa di jalan neglasari ciumbuleuit

Rusa sudah beranak pinak, dari 3 ekor, menjadi 5 ekor, sekarang 7 ekor. Rusa yang dipelihara jenis Rusa Totol (Axis Axis), Rusa jenis ini boleh dikembangbiakan di Indonesia (bukan hewan dilindungi) :). Umumnya berkembang biak pada bulan Juni sampai September, dan masa kehamilan 9 bulan (seperti manusia Ya :).
Umur berkembang biak pertama (Minimum breeding age) adalah 1,5 tahun dan Maksimum breeding age 9 -12 tahun. Lama menyusui anak rusa 2- 3 bulan dan paling lambat 5 bulan. Jumlah anak yang dilahirkan terdiri atas 1- 2 ekor namun pada umumnya 1 ekor

Semoga bermanfaat :)

video





                           Video 1,2 dan 3 Kunjungan & pemeriksaan rusa di Ciumbuleuit :)


Gambar 1. Mahasiswa mahasiswi dari FKH IPB & UGM melakukan kunjungan pemeriksaan rusa :)



                                             Gambar 2. Sampai ketemu Bapak Rusa :)
Related post :
Penanganan rusa di daerah Ciumbuleuit, Bandung

Bakti sosial penanganan rusa

Penanganan rusa di Ciumbuleuit Bandung part II

SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL  1.02.005901.04.2016.005825

SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI

Minggu, 22 Januari 2017

Distemper Kucing (Feline Panleucopenia Virus) :)

Distemper kucing (panleucopenia) atau juga disebut radang usus menular (feline infectious enteritis) atau feline agranulocytosis. Penyakit ini disebabkan oleh virus golongan parvoviridae (panleukopenia) yang mengakibatkan penyakit radang alat pencernaan. Tingkat kematian distemper kucing ini sangat tinggi, terutama di antara kucing muda.
Kucing yang terserang penyakit ini awalnya menderita demam dengan suhu badan 41-42oC, depresi hebat, muntah, mencret, dehidrasi, dan nyeri lambung.
Pengobatan dan perawatan ditujukan untuk mengatasi dehidrasi dan infeksi sekunder, yaitu diberi anti biotik spektrum luas serta cairan infus makanan, vitamin dan mineral. Pemberian infus sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kucing penderita distemper harus dirawat inap (opname) karena memerlukan perawatan intensif.
Pencegahan terbaik,murah,dan efektif adalah melakukan program vaksinasi (seperti pada distemper anjing). Nutrisi imbang dan bebas parasit pun merupakan tindakan pencegahan. Virus tahan hidup bertahun-tahun diluar tuubuh kucing sehingga bila akan memelihara kucing sebaiknya harus sudah divaksinasi paling lambat 2 minggu sebelumnya.

Semoga bermanfaat :)

Ditunggu masukan nya :), Terimakasih

 Gambar 1. Kucing yag terinfeksi virus distemper sedang diinfus (pengobatan)

Gambar 2 &  3 Kucing yang mengalami gejala virus distemper :)

Video 1.Tambahan pengobatan infeksi & radang mata pada kucing :)

Minggu, 18 Desember 2016

Feline Infectious Peritonitis (FIP) :)

Program Penitipan Kucing & Hewan Kesayangan Lain (Natal & Tahun Baru) :)
http://olx.co.id/iklan/penitiipan-kucing-hewan-kesayangan-lain-natal-tahun-baru-IDkBomC.html

(Tulisan ini dibuat setelah meningkatnya kejadian  Feline Infectious Peritonitis (FIP) yang ditangani dokter hewan kita di klinik padahal pada tahun sebelumnya tingkat kejadian rendah)


 Feline Infectious Peritonitis, sering disingkat "FIP," adalah penyakit pada kucing, yang sering mempengaruhi lapisan dada dan perut. Penyakit ini telah dikenal sejak tahun 1960-an dan jauh lebih kompleks daripada banyak penyakit kucing lainnya



Penyakit ini menular dari kucing ke kucing. Virus dapat ditumpahkan dalam air liur, urin, dan feses kucing yang terinfeksi. Kebanyakan infeksi diperkirakan terjadi melalui mulut atau hidung.

Tanda-tanda FIP sering berkembang sangat lambat selama periode bulan. Tanda-tanda awal sangat kabur dan meniru penyakit lain. Kehilangan nafsu makan, demam tinggi, dan sesak napas sering tanda-tanda pertama. Ketika penyakit berlanjut tanda-tanda lain diantaranya sulit bernapas, perut buncit, penurunan berat badan, dan kekurusan. Kematian pada akhirnya akan terjadi karena sesak napas disebabkan oleh penumpukan cairan di dada membatasi kemampuan paru-paru untuk mengembang dengan udara.

Teknik pengujian terbatas dan nilai dipertanyakan
Tidak ada obat dikenal untuk FIP pada saat ini. Ini adalah FATAL! Kadang-kadang pengobatan tersedia yang dapat memberikan bantuan sementara pada beberapa kucing, namun tidak membalikkan perjalanan penyakit dan pengobatan akhirnya tidak berhasil.

Rekomendasi-rekomendasi berikut untuk membantu mengontrol penyakit:
1.       Mengisolasi kucing yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran.
2.       Praktek kebersihan dan sanitasi dengan membersihkan mangkuk makanan dan air minum.
3.       Jika Anda memiliki kucing pengujian positif untuk FIP, tidak membawa kucingtersebut ke rumah lain yang terdapat kucing yang hadir. Tiga puluh hari setelah kucing yang tidak lagi hadir, kucing lain dalam rumah tangga harus diuji untuk penyakit sebelum Anda mengadopsi kucing baru untuk mencegah penyebaran penyakit.
4.       Lakukan praktek desinfeksi yang baik dan efektif.



Gambar 1. Rontgen perut kucing tampak lateral pada kucing yang menderita FIP, perut tampak membesar



Gambar 2. Kucing yang menderita FIP perut tampak membesar :)

                                                Video 1. Tambahan pengobatan influenza pada kucing :)

Related post :

Infectious Feline Rhinotracheitis (IFR)

http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2012/08/infectiosa-feline-rhinotracheitis.html

Feline Panleucopenia Virus (FPV / Distemper kucing) :
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2010/12/mewaspadai-penyakit-virus-yang.html



SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL  1.02.005901.04.2016.005825

SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI

Rabu, 16 November 2016

Parvovirus (Muntaber Dogy) :)

Parvovirus mulai dikenal pada tahun 1978 dan hanya beberapa bulan saja telah menyebar ke seluruh dunia karena sangat menular, Diduga virus ini merupakan hasil mutasi virus panleukopenia pada kucing (penyebab penyakit distemper kucing). Itulah sebabnya saat belum ada vaksin untuk parvovirus,untuk sementara waktu anjing divaksinasi dengan vaksin distemper kucing.
Parvovirus menyerang anjing dari segala ras dan umur. Angka kematian akibat penyakit ini sangat tinggi karena hewan akan mengalami dehidrasi hebat akibat sering muntah dan mencret.

Gejala Dan Tanda
Gejala yang tampak dari serangan penyakit ini tergantung pada tipe virus yang menyerang. Ada dua tipe virus, yaitu parvovirus tipe jantung dan tipe pencernaan. Serangan parvovirus tipe alat pencernaan akan menunjukan gejala antara lain penderita akan menjadi sangat depresif, nyeri perut, serta selalu muntah dan mencret (terkadang dengan darah) yang baunya sangat busuk.
Sementara gejala akibat serangan parvovirus tipe jantung antara lain radang otot jantung (myocarditis) yang sangat fatal disertai timbunan cairan di dalam paru-paru yang disebut hydrotorax. Virus tipe ini akan menyebabkan kematian yang sangat cepat atau mendadak, terutama pada anjing umur 5-6 minggu.

Pengobatan
Pengobatan di arahkan pada upaya  untuk mengatasi dehidrasi dan mencegah infeksi sekunder. Oleh karena penderita selalu muntah dan mencret maka pengobatan lewat mulut tidak efektif dan tidak dapat dilakukan. Untuk itu dianjurkan agar penderita di rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif melalui infus makanan, obat, dan roboransia (vitamin dan mineral).

Pencegahan
   Pencegahan   terbaik adalah vaksinasi teratur. Vaksin  parvovirus telah lama beredar di Indonesia baik dalam kemasan monovalen (satu jenis vaksin) maupun polivalen (kombinasi beberapa  jenis vaksin). Sebaiknya anjing divaksinasi sejak umur 6, 8, 12, dan 16 minggu dengan vaksin monovalen kemudian di ulang setiap tahunnya dengan vaksin monovalen ataupun polivalen anjing yang divaksinasi umur 16 minggu sebaiknya diulang 4 minggu kemudian dan selanjutnya diulang setiap tahun. Namun, untuk menunggu anjing berumur 16 minggu sangatlah riskan karena frekuensi penularan virus ini sangat tinggi. Anjing yang mendapat  nutrisi berimbang bebas parasit dan memperhatikn kebersihan umum akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Kesehatan Lingkungan
Parvovirus sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, meskipun di luar tubuh virus ini dapat hidup di tanah beberapa bulan hingga setahun. Agar populasi virus cepat hilang, sebaiknya kandang dan peralatan didesinfeksi  berulang kali lalu dijemur desinfektan yang digunakn misalnya lysol, sublimat povidon kaporit atau formalin 1%. Desinfektan dapat dibeli bebas di apotek kecuali sublimat dan formalin 1% yang harus dengan resep dokter.  Bila ingin memelihara anjing lain setelah anjing sebelumnya menjadi korban parvovirus dianjurkan agar anjing sudah divaksinasi parvovirus sedikitnya dua minggu sebelum didatangkan, bahkan lebih baik lagi kalau sudah divaksinasi ulang.   

 
Gambar 1. anak anjing (puppies) yang terinfeksi parvovirus tampak lemas

Gambar 2. anak anjing (puppies) rentan terhadap virus parvovirus

Gambar 3. Hewan yang terinfeksi parvovirus perlu mendapatkan perawatan intensif (diinfus)

Terimakasih, kalo boleh ada saran untuk tulisannya =)


SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL  1.02.005901.04.2016.005825

SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI