Selasa, 21 Mei 2013

Tinjauan Yuridis (Hukum) Praktek Kedokteran Hewan (part I) :)

(Sahabat - Sahabat klinik hewan happiness, bulan ini qta sedang mendalami peraturan perundang - undangan Republik Indonesia terutama yang berkaitan dengan kedokteran hewan. Ini hasil pemikiran qta, part I yah :) )


Pasien atau pesakit adalah seseorang atau hewan yang menerima perawatan medis. Kata pasien dalam bahasa Indonesia analog dengan kata patient dalam bahasa Inggris. Kata patient diturunkan dari bahasa Latin patients yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja pati yang artinya “menderita”. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa Indonesia pasien adalah orang yang sakit (dalam hal ini hewan sakit) yang dirawat oleh dokter / dokter gigi / dokter hewan penderita (sakit) suatu penyakit.
Dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang praktek kedokteran menyebutkan bahwa pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi (dalam hal ini hewan kepada dokter hewan).
Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pasien, yaitu :
I.                    Setiap orang
II.                  Menerima / memperoleh pelayanan kesehatan
III.                Secara langsung maupun tidak langsung, dan
IV.                Dari tenaga kesehatan

I.                    Setiap orang
Subjek yang disebut sebagai pasien. Istilah orang sebenarnya mencakup 2 hal, yaitu orang individual yang lazim disebut natuurlijke person dan juga termasuk badan hukum (rechtspersoon)

II.                  Menerima / memperoleh pelayanan kesehatan
Bila kita melihat dalam hal pelayanan kesehatan maka peralihan jasa terjadi antara dokter kepada pasien. Pasien merupakan pemakai atau pengguna jasa pelayanan kesehatan hewan di Rumah sakit hewan / klinik hewan / tempat praktek dokter hewan

III.                Secara langsung maupun tidak langsung
Pasien dapat mendapatkan tindakan medis secara langsung, misalnya pengobatan atau tindakan operasi major atau minor. Ataupun secara tidak langsung misalnya / contohnya konsultasi

IV.                Dari tenaga kesehatan
Dalam hal ini kesehatan hewan mendapatkan pelayanan dari dokter hewan, tenaga kesehatan hewan di bawah penyeliaan / pengawasan dokter hewan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 02 / Permentan / OT.140 / I / 2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner




Senin, 08 April 2013

Pengambilan sampel data & Penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH - IPB) :)


Pengambilan sampel data & Penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB (Institut Pertanian Bogor) di Klinik Hewan Happiness bandung tentang penyakit scabies

Tanggal 5 April 2013 ada beberapa Sahabat – sahabat klinik hewan happiness, Mas Cucu dan temen temennya yang berangkat dari Kampus IPB (Institut Pertanian Bogor) Dermaga, Bogor  dateng ke klinik hewan happiness bandung untuk mengambil sampel data dari ambulatoir (catatan pasien) klinik hewan happiness, tentang kejadian penyakit scabies (penyebab tungau Sarcoptes Scabei) pada anjing untuk keperluan penelitian skripsinya, dokter dokter di klinik hewan happiness jadi inget waktu skripsi juga mengalami proses yang sama, perlu kesana sini untuk mengambil data penelitian :)

 Tujuan penelitian Mas Cucu mahasiswa semester 6 FKH IPB Bogor yang sedang penelitian di bagian parasitologi FKH IPB untuk mendalami tentang entomologi, ingin meneliti kejadian penyakit scabies pada anjing di tempat-tempat praktek dokter hewan di tiga kota besar, yaitu Jakarta, Bogor, dan Bandung. Kebetulan di klinik hewan happiness saat itu sedang ada yang sedang menjalani pengobatan rawat inap di klinik karena menderita scabies, jadi lebih mudah mengambil sampel parasit dan sampel datanya

Apakah itu scabies ?
 Scabies merupakan penyakit kulit yang sering ditemukan di Indonesia. Etiologi Penyebab dari scabies adalah tungau (mange) dari ordo Acarina, yaitu Sarcoptes scabiei var. canis pada anjing, dan Sarcoptes scabiei var. felis pada kucing. Untuk menegakkan diagnosa penyakit scabies umumnya dokter hewan di tempat praktek atau di klinik hewan mengambil kerokan kulit dan kemudian diperiksa dengan mikroskop. Ada beberapa cara terpi / pengobatan untuk scabies, antara lain:
  • ·         Injeksi. Obat ektoparasit yang biasa digunakan adalah ivermectin injeksi secara subkutan (SC). Dosis yang dianjurkan adalah 1 ml untuk 15 – 20 kg berat badan dan diulang 10 -14 hari kemudian. Ivermetin sebaiknya tidak diberikan pada anjing dengan umur yang terlalu muda, kurang dari 6 bulan dan ada beberapa anjing yang peka terhadap obat tersebut.
  • ·         Dipping, yaitu memandikan hewan dengan tujuan pengobatan. Obat yang sering digunakan adalah Amitraz. 1 ml amitraz 5 % dilarutkan dalam 100 ml air untuk memandiakan hewan terinfestasi ektoparasit, dan diulang tiap minggu selama beberapa minggu hingga hewan sembuh.
  • ·         Salep, menggunakan preparat sulfur atau gamexan acid, atau merek dagang biasa ada scabicid atau scabimite



 Gambar 1. Mas Cucu dan teman temannya sedang mengambil data pasien dari ambulatoir (catatan pasien) klinik hewan happiness





Gambar 2 dan 3 anjing yang sedang dirawat inap di klinik hewan happiness karena menderita scabies akut, terlihat bulu rontok di punggung, kepala, dan kaki




Gambar 4. Mas Cucu dan temen temennya sedang mendapatkan tambahan pengetahuan dari dokter dokter di klinik hewan happiness tentang obat - obatan dan dosis terapinya, soalnya Mas Cucu dan temen temennya ingin praktek juga setelah lulus :)


Akhir kata, semoga sukses Mas Cucu dan kawan kawan skripsinya, kelak kalo sudah jadi dokter hewan jadilah dokter hewan yang berkontribusi untuk masyarakat. Begitu juga sahabat sahabat klinik hewan happiness yang lain qta harus berkontribusi untuk masyarakat, menjadikan masyarakat di sekitar kita lebih baik :)




Senyuman dari Mas Cucu dan temen temennya lagi sebelum pulang ke Bogor (Kampus IPB Dermaga, Bogor). Hati hati di jalan Mas Cucu, Sukses. Terimakasih sudah jauh jauh datang ke  Bandung :)


Rabu, 20 Maret 2013

T.A. Serial Animasi (Kartun) Edutainment “Pedoman Perawatan Hewan Peliharaan” :)


Sahabat – sahabat klinik hewan happiness, maaf baru ada tulisan lagi telat terus nih bikin buletin, karena kesibukan masing-masing :) maaf  jadi telat

Di edisi ini klinik hewan happiness berbagi pengalaman tentang sahabat kita Putri Yunita mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (Institut Teknologi Bandung) yang sedang mengambil bahan di klinik hewan happiness untuk menyelesaikan tugas akhirnya untuk membuat film animasi (film kartun) tentang pedoman perawatan hewan peliharaan.

Jadi selain untuk tugas akhir kelulusan Mba Putri, juga untuk membantu masyarakat khususnya yang memelihara hewan kesayangan untuk mengerti cara perawatan / merawat hewan kesayangannya (kucing, kelinci, anjing, hamster, kuda, rusa, dll) melalui film animasi (film kartun)

Setting dilakukan di RSHJ (Rumah Sakit Hewan Jakarta), kita klinik hewan happiness membantu Mba Putri melengkapi bahan – bahan yang dibutuhkan Mba Putri untuk film animasinya (film kartun), mengambil sampel data di klinik, foto foto hewan, dan praktek langsung penanganan hewan sakit

Kalo ada yang mau / berniat membantu Mba Putri dalam hal pengetahuan dan ilmu dalam bidang desain animasi, kesehatan /  kedokteran hewan, aktivis para pecinta hewan, perawatan hewan bisa membantu Mba Putri`  :)



Gambar 1. Mba Putri sedang mengamati belajar siklus sehari hari dan fisiologis rusa di Ciumbuleuit, Bandung :) 

Gambar 2. Proposal tugas akhir Mba Putri untuk klinik hewan happiness


Gambar 3. Mba Putri sedang foto qta foto duluan hihi.. :)

Kalo ada mau sahabat - sahabat yang mau adopsi anjing milik klien yang pemiliknya sudah ga bisa pelihara :)
http://adopsianjingkita.blogspot.com/

Kamis, 03 Januari 2013

Berbagi pengalaman pengobatan distemper anjing :)

Tentang penyakit distemper anjing (dog distemper):
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2010/12/mewaspadai-penyakit-virus-yang.html

Kalau ada sahabat - sahabat klinik yang mau pelihara anjing, berikut anjing anjing klien yang sudah tidak dapat dirawat lagi oleh pemiliknya :
http://adopsianjingkita.blogspot.com/

Sahabat – sahabat klinik hewan happiness maaf lama tidak ada kabar, admin soalnya bulan lalu menyelesaikan uts (ujian tengah semester) dulu jadinya sibuk belajar :)

Di edisi ini qta pengen sharing pengalaman menangani anjing yang menderita distemper, pasien terlama tahun 2012 di klinik selama 2,5 bulan (sekitar 80 hari dititip dan dirawat di klinik hewan happiness) milik warga negara WN Malaysia
Nama anjing Brenda, bangsa : pug, jenis kelamin  : betina, umur : sekitar 6 bulan, warna ciri khusus : coklat

Gambar 1. Tn Dhanan dan anjing jenis pug miliknya (Brenda) :)

Pada tanggal 18 Oktober 2012 sekitar jam 8 malem dateng ke klinik, Nama : Tn. Dhanan mahasiswa yang tinggal yudisium di fakultas kedokteran UNPAD (Universitas Padjajaran) warga negara Malaysia yang studi di bandung, keluhan anjing pug brenda kabur sekitar seminggu (7 hari) kemudian ditemukan di jalan Otten bandung (di breeding anjing) di jalan Otten, bandung

Hasil pemeriksaan awal anjing menunjukan pilek hebat, tidak mau makan, pemeriksaan suhu tinggi (sekitar 40,3oC) suhu normal anjing sebaiknya dikisaran (38oC – 39oC), pertama diagnosa dokter kita sakit infeksi bakterial kemudian disuapin, disuntik antibiotik, vitamin, antidemam (Inj/ oxytet., Vit B12, sulpidon) dan dikasih obat minum berupa vitamin syrup dan antibiotik syrup

1 – 2 hari baikan sempat mau makan kemudian drop lagi ga mau makan, kata pemilik anget badannya dibawa lagi ke klinik kemudian dirawat inap 2 malam di klinik, selama di klinik disuapin dan disuntik tapi pilek dan batuk hebatnya belum sembuh - sembuh

Kemudian 3 hari kemudian dibawa pulang batuk & pilek hebatnya berkurang tapi belum sembuh benar, nafsu makannya juga masih kurang



Gambar 2. anjing brenda yang sedang diberikan pengobatan berupa injeksi / suntikan


Karena pemilik kurang puas akhirnya dibawa ke teman dokter hewan lain di bandung dimana setelah diperiksa menggunakan test kit distemper ternyata positif distemper (dengan tanda ada 2 band strip / garis) di test kitnya
Karena kebetulan temen dokter hewan tersebut tidak ada rawat inap & berdasarkan pengalaman diagnosa kesembuhan distemper rendah (positif terinfeksi virus distemper)

Gambar 3. Anjing brenda yang sedang dirawat di klinik tampak kurus

Akhirnya dibawa lagi pada akhir Oktober untuk dirawat di klinik sekalian mau ditinggal anjing brenda di klinik hewan happiness (Kalo sembuh silakan diadopsi klinik kalau ga ketolong sekalian minta dikuburkan), karena Tn. Dhanan sudah beres kuliah dan mau pulang juga ke negara Malaysia, Kuala Lumpur

Gambar 4. Pug brenda yang sedang dirawat inap di klinik hewan happiness

Akhirnya dimulailah pengobatan intensif, seminggu pengobatan intensif (Inj/ rutin pagi dan sore hari) (Inj/ vitamin, antibiotik, dan antidemam) dan obat obatan minum vitamin dosis tinggi dan antibiotik, ternyata 9 hari setelah diintensifkan sembuh sekitar bulan awal November

Akhirnya anjing pug Brenda setelah sembuh ditengok sama pemiliknya Tn. Dhanan dan Ibu Ema sangat senang, jadi minta sekalian minta bantuan dikirim ke Malaysia (Kuala Lumpur). Akhirnya anjing brenda ditititpkan sampai akhir desember 2012 untuk minta bantuan untuk dikirim ke Malaysia, Kuala Lumpur
Ini pengalaman yang cukup menyenangkan bagi kita dokter praktek yang bisa melihat hewan yang diobati sembuh bisa berkumpul lagi bersama keluarga

Gambar 5. anjing pug brenda sedang disiapkan kondisi kesehatannya untuk diterbangkan dari bandung (BDO) menuju Bandar Udara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Malaysia

Pengen tau kisah pengiriman anjing pug Brenda dari Bandung (BDO) tujuan Kuala Lumpur Malaysia (KLM) baca di blog pet transport satwa sejahtera bulan depan :)
Sukses temen temen semuanya




Tentang penyakit distemper anjing (dog distemper):
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2010/12/mewaspadai-penyakit-virus-yang.html


Komunitas adopsi anjing :  :)

http://adopsianjingkita.blogspot.com/2013/02/adopsi-anjing-1.html


Minggu, 07 Oktober 2012

Pengobatan Penyakit Ikan (part I) :)

Info pengiriman hewan (pet transport satwa sejahtera):
Penghentian sementara pengiriman hewan kesayangan oleh pihak Garuda Indonesia Airways (GIA) akibat harimau sumatra yang mengalami kematian di pesawat ketika diangkut dari Aceh (Bandar Udara Sultan Iskandar Muda) tujuan Surabaya
http://pettransportsatwasejahtera.blogspot.com/2012/10/penghentian-sementara-pengiriman-hewan.html



Pengobatan penyakit ikan memerlukan pendekatan yang berbeda dengan penyakit hewan di darat, ikan adalah hewan poikilothermal dan sifat perilaku biologis ikan diatur secara pokok oleh temperatur air, pH air, tekanan osmosis air, dissolved gas (gas oksigen terlarut), dan faktor lingkungan lain seperti parasit & protozoa. Faktor kondisi air juga menentukan agen kausatif dapat menyebabkan penyakit di suatu populasi ikan.

Diagnosa penyakit pada ikan memerlukan beberapa tahapan, observasi (pengamatan) perilaku pada ikan seperti tidak mau makan, bernafas dengan cepat, berenang miring di permukaan, sempoyongan, menggosok gosokan tubuh pada tepi / pinggir kolam perlu diperhatikan. Selain didukung pengambilan (koleksi) sampel dan spesimen diagnostik yang tepat.

Metode kontrol penyakit pada populasi ikan, meliputi :
1.       Diagnosa penyebab penyakit
2.       Karantina dan pembatasan penyebaran ikan
3.       Pemberian obat – obatan (farmakotherapi) dan sanitasi yang baik
4.       Imunisasi (vaksinasi) ikan dari penyakit
5.       Pemutusan siklus hidup agen penyakit
6.       Pembatasan dan kontrol dari substansi asing yang membahayakan (substansi asing yang bersifat toksik)

Gambar 1. Tim klinik hewan happiness (khh) dipanggil di salah satu kediaman (rumah) di kota Bandung, mengobati ikan koi yang terinfeksi protozoa dactylogyrus, metode yang digunakan obat tetes pada luka dan dipping air


Gambar 2. Proses penetesan obat pada luka ikan

Gambar 3. Menghangatkan (meningkatkan) suhu air kolam merupakan salah satu metode mudah untuk memutus siklus hidup agen penyakit, terutama golongan protozoa :)


Ditunggu masukan dan komentarnya, untuk tulisan yang sedikit ini :). Terimakasih

Senin, 03 September 2012

Pemeliharaan Satwa Liar


Pemeliharaan Satwa Liar

(Tulisan ini dibuat setelah beberapa kali klinik hewan happiness menangani klien di Kota Bandung dan sekitarnya yang memelihara satwa liar dan tidak menyadari efek samping dari pemeliharaan satwa liar baik secara ekosistem maupun kesehatan manusia tersebut sendiri maupun hewannya terutama satwa primata)

Pengertian satwa Liar berdasarkan Undang Undang No.5 tahun 1990 pasal 1 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya adalah semua binatang yang hidup di darat dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50-150 spesies bumi punah setiap harinya. Proyeksi tersebut menyebutkan Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Laju kepunahan beragam spesies saat ini mencapai 40-400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu. Penyebab kepunahan spesies antara lain disebabkan degradasi habitat, perdagangan, dan perburuan

Berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomer 7 tahun 1999 yang merupakan turunan hukum dari UU No.5 tahun 1990. Pemeliharaan atau pengawetan (bahasa hukum pemeliharaan yaitu upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah), bertujuan untuk (pasal 2) :
a.      Menghindarkan jenis tumbuhan dan satwa dari bahaya kepunahan;
b.      Menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa;
c.       Memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem yang ada;  
 Agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia secara berkelanjutan


Penetapan jenis satwa liar pada Pasal 4 PP Nomer 7 Tahun 1999 menyebutkan, jenis satwa ditetapkan atas dasar golongan :
a.      Tumbuhan dan satwa yang dilindungi
b.      Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi

Berikut jenis-jenis satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah Nomer 7 Tahun 1999) :

Mamalia
1
Anoa dataran rendah
2
Anoa pegunungan
3
Binturung
4
Babirusa
5
Paus biru
6
Paus bersirip
7
Banteng
8
Kambning Sumatera
9
Rusa bawean
10
Menjangan Rusa, Sambar
11
Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
12
Ajag
13
Kubung
14
Musang air
15
Monyet hitam Sulawesi
16
Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrogalus)
17
Badak Sumatera
18
Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
19
Duyung
20
Gajah
21
Kucing merah
22
Kucing hutan, Meong congkok
23
Kuwuk
24
Kucing dampak
25
Kucing emas
26
Kucing bakau
27
Beruang madu
28
Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
29
Landak
30
Bajing terbang ekor merah
31
Bajing tanah bergaris
32
Bajing tanah, tupai tanah
33
Lutra
34
Lutra Sumatera
35
Monyet Sulawesi (Macaca brunnescens)
36
Monyet Sulawesi (Macaca maura)
37
Bokoi, Beruk Mentawai
38
Monyet jambul
39
Musang Sulawesi
40
Trenggiling, Peusing
41
Paus bongkok
42
Kidang, Muncak
43
Sigung
44
Kahau, Bekantan
45
Harimau dahan
46
Kelinci Sumatera
47
Malu-malu
48
Lumba-lumba air tawar, Pesut
49
Macan kumbang, macan tutul
50
Harimau Jawa
51
Harimau Sumatera
52
Cukbo, Bajing Terbang
53
Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
54
Orang Utan, Mawas
55
Lutung dahi putih
56
Lutung dahi merah, Kelasi
57
Surili
58
Joja, Lutung Mentawei
59
Rungka
60
Musang Congkok
61
Landak irian, Landak semut
62
Jelarang
63
Badak Jawa
64
Simpei Mentawai
65
Tapir, Cipan, Tenuk
66
Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
67
Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
68
Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
69
Lumba lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)

Aves (burung)
1
Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
2
Jantingan gunung
3
Burung madu sangihe
4
Burung udang, raja udang (semua jenis dari pamili Alcedinidae)
5
Berencet wargan
6
pecuk ular
7
Mandar sulawesi
8
Kuau
9
Kuntul,bangou putih
10
Julang, Enggang, RANGKONG, kangkareng (semua jenis dari famili bucer0tidae) Kakatua putih besar jambul kuning
11
Kakatu gofin
12
Kakatua seram
13
Kakatua kecil jambul kuning
14
Itik liar
15
Junai, burungmas, minata
16
Kakatua kecil jambul kuning
17
Kakatua kecil jambul kuning
18
k asuari kecil
19
Kasuari
20
Kasuari gelambir satu
21
Kasuari leher kuning
22
Bangau hitam, sandanglawe
23
Burung sohabe coklat
24
Burung matahari
25
Pargam raja
26
Kuntul karang
27
Kuntul, bangau putih
28
(semua jenis dari genus Egretta)
29
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
30
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
31
Nuri sagir
32
Wili-wili, sagir, bebek laut
33
Seriwang sangihe
34
Burung cenderawasih
35
(semus jenis dari famili paradiseidae)
36
Burung merak
37
Gangsa laut
38
(semus jenis dari famili paradiseidae)
39
Burung paok, burung cacing
40
(semua jenia dari famili Pittidae)
41
Ibis hitam, Roko-roko
42
Merak kerdil
43
Kakatua raja,kakatu hitam
44
Gelatik kecil,Gelatik gunung
45
Ibis hitam, Roko_roko
46
 Ibis hitam punggung putih
47
Kasturi raja, betet besar
48
Burung namdur, burung dewata
49
Burung kipas perut putih, Kipas gunung
50
Burung kipas
51
Burung kipas ekor merah
52
Burung tepus dada putih
53
Burung  tepus pipi perak
54
Dara laut berjambur
55
Burung dara laut
56
Gangsa batu
57
Gangsa batu kaki merah
58
Nuri sulawesi
59
Terinil tutul
60
Kasumba, suruku, burung luntur
61
Trulek ekor putih


Reptilia (melata)
1
Tuntong
2
Penyu tampayan
3
Kura-kura Irian
4
Kura Irian leher panjang
5
Penyu hijau
6
Labi-labi besar
7
Soa payung
8
Sanca hijau
9
Buaya air tawar Irian
10
Buaya muara
11
Buaya siam
12
Penyu belimbing
13
Kura Irian leher pendek
14
Penyu sisik
15
Bunglon sisir
16
Soa-soa, Biawak ambon, Biawak pohon
17
Penyu ridel
18
Penyu pipih
19
Kura-kura gading
20
Sanca bodo
21
Sanca Timor
22
Kadal Panana
23
Senyulong, Buaya sapit
24
Biawak Kalimantan
25
Biawak coklat
26
Biawak Maluku
27
Biawak Komodo, Ora
28
Biawak abu-abu
29
Biawak hijau
30
Biawak Timor
31
Biawak Togian


Insecta (serangga)
1
Kupu bidadari
2
Kupu sayap burung peri
3
Kupu sayap burung goliat
4
Kupu sayap burung surga
5
Kupu burung priamus
6
Kupu burung rotsil
7
Kupu burung titon
8
Kupu trogon
9
Kupu raja (genus Troides)


Pisces (ikan)
1
Selusur Maninjau
2
Ikan raja laut
3
Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
4
Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
5
Wader goa
6
Peyang malaya, Tangkelasa
7
Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso



Gambar 1. gajah termasuk satwa yang dilindungi


Gambar 2. harimau Sumatera termasuk satwa yang dilindungi


Gambar 3. Orang utan termasuk satwa yang dilindungi