Translate

Rabu, 03 Februari 2016

Teknik & Metode Pemeriksaan Rusa (part I) :)

Telah 6 tahun yang lalu (19 Oktober 2010), ketika tim klink hewan happiness mulai  dipercaya menangani rusa di daerah Ciumbuleuit (jalan neglasari, deket kampus UNPAR ke atas sedikit). Dalam sebulan 2 - 4 kali tim klink hewan happiness melakukan kunjungan rutin untuk pemeriksaan kesehatan rusa totol (Axis Axis).

Berikut kita berbagi Teknik & Metode Pemeriksaan Rusa Totol (Axis Axis).
1.       Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh,  meliputi Nutrisi yang diberikan. Rusa adalah jenis herbivora (pemakan tumbuhan); rumput – rumputan & umbi – umbian sangat baik diberikan
2.       Pemeriksaan parasit; dengan pemberian rutin obat anti parasit, baik internal dengan pemberian obat cacing maupun eksternal (kutu, jamur, caplak, pinjal) dengan injeksi / suntikan (Inj/ ivermectine) cukup efektif selama ini
3.       Kebersihan lingkungan; kebersihan kandang perlu dilakukan secara rutin & telaten. Terutama lantai / alas kandang, jangan becek  terutama jika alasnya tanah. Pernah pada tahun 2013 lantai / alas kandang becek menyebabkan gangguan saluran pernafasan; identifikasi bakteri ada pneumonia
4.       Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga); hubungan baik dengan  Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga) sangat penting karena Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga) merupakan individu yang tiap hari berinteraksi (lewat pemberian makan & pembersihan kandang) rusa, sehingga menjaga komunikasi sangat penting.
5.       Preventive health care (mencegah penyakit); jika ada gejala klinis penyakit yang timbul segera diobati, misalnya kasus kejadian kaki pincang karena dengan penanganan segera & menyeluruh tingkat kesembuhan lebih tinggi.

Semoga bermanfat    :)



 Gambar 1. Rusa jantan (pejantan) dalam kondisi sehat; lama ga bertemu :)

Gambar 2. Alas kandang lebih baik menggunakan litter / sekam, supaya ga becek :)

 Gambar 3. Anakan rusa (deer) yang sedang mau menyusu induknya :)

Related posts:

Kunjungan rusa pertama kali
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2010/10/penanganan-rusa-di-daerah-ciumbuleuit.html

Reproduksi rusa totol (Axis Axis)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/04/reproduksi-rusa-axis-axis-rusa-totol.html

Bakti sosial penanganan rusa
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2014/01/bakti-sosial-penanganan-rusa-axis-axis.html

Minggu, 10 Januari 2016

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Peluang &Tantangan (Bidang Kedokteran Hewan) :)

Mulai diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada tanggal 31 Desember  2015 adalah gelombang kecil dalam gelombang besar bertajuk Globalisasi.  Kesepakatan   10 negara ASEAN yang diteken di Pulau Bali pada tahun 2003, berpilar pada 4 pendekatan strategis: 1. Pasar tunggal & basis produksi, 2. Wilayah ekonomi berdaya saing tinggi, 3. Kawasan pembangunan ekonomi yang seimbang, dan 4. Integrasi penuh dengan ekonomi global.

Secara singkat, MEA berisi pemberlakuan “5 (lima) arus bebas”  meliputi arus a)barang, b)jasa, c) tenaga kerja  terampil, d) modal, dan e) arus bebas investasi.

Para dokter hewan & paramedik hewan yang bergerak di  bidang peternakan,  hewan kesayangan, obat-obatan hewan, akademisi, dll  perlu mampu menghasilkan produk & jasa yang bisa besaing dengan 10 negara ASEAN, persaingan dalam pasar global pada prinsipnya adalah tentang 2 variabel, yaitu : kualitas (mutu) & harga.

Ketahanan nasional perlu dibangun bukan hanya masalah keamanan, tetapi juga ketersediaan barang, jasa, modal, ideologi, dan sosial budaya. Prinsip “Negara  hadir” harus tampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari baik di bidang ipoleksosbudhankam.







 Semoga bermanfaat :)


Related posts :
Penyelamatan flora & fauna yang hampir punah :)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/12/penyelamatan-flora-fauna-yang-hampir.html

Jadwal vaksin pada anjing & kucing :)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2011/04/jadwal-vaksinasi-anjing-kucing.html

Penyakit pada masa kebuntingan & pasca kelahiran pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2011/01/penyakit-penyakit-pada-masa-kebuntingan.html

Sabtu, 05 Desember 2015

Penyelamatan Flora & Fauna yang Hampir Punah :)

Program Penitipan Hewan Natal & Tahun Baru :
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/06/penitipan-hewan-kesayangan-liburan-2015.html

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan jenis flora & fauna, termasuk diantaranya keunikan & keanekaragamannya sehingga dinyatakan sebagai salah satu dari sedikit Negara mega-biodiversity di dunia. Namun demikian Indonesia juga merupakan Negara dengan tingkat keterancaman terhadap spesies dan genetik yang sangat tinggi. Penyebab utama keterancaman terhadap bahaya kepunahan spesies adalah kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali termasuk diantaranya perdagangan tumbuhan dan satwa liar yang dalam dasawarsa terakhir ini terlihat semakin meningkat.

Pemanfaatan tumbuhan & satwa liar yang selama ini dilakukan di Indonesia umumnya masih didasarkan atas perhitungan-perhitungan ekonomi dan masih kurang memberikan perhatian pada kepentingan ekologi dan lingkungan. Selain itu sumberdaya masih dinilai (valuasi) terlalu rendah sehingga pemanfaatan langsung dari alam tidak terkendali. Meningkatnya tekanan terhadap kehidupan liar dan ekosistem alami erat kaitannya dengan kemiskinan, tekanan penduduk, pemanfaatan sumber daya alam dan lahan hutan serta krisis ekonomi yang melanda Negara Indonesia dimana flora & fauna merupakan sumberdaya yang mudah dan cepat didapatkan langsung (directly accessible) untuk menghasilkan keuntungan. Pada gilirannya faktor-faktor tersebut akan mendorong berlanjutnya kerusakan habitat, meningkatnya pemanfaatan sumberdaya alam tanpa batas.


Mengingat hal-hal tersebut di atas maka konservasi keanekaragaman hayati perlu mendapat prioritas utama dalam menghindari terjadinya kepunahan kehidupan liar. Salah satu upaya untuk mencegah kepunahan jenis adaah dengan perlindungan & pengendalian terhadap pemanfaatannya. Secara khusus perdagangan baik legal maupun illegal sebagai penyebab terbesar kedua terancamnya kehidupan flora & fauna juga perlu mendapat perhatian. Salah satu alat pengendalian adalah melalui Konvensi Kontrol Perdagangan Internasional dalam rangka mendukung keberlanjutan populasi di alam.  

Semoga bermanfat :)



*Note : Program Magang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, bulan Februari 2016

Senin, 09 November 2015

Fraktur (Patah Tulang) pada Hewan Kesayangan part I:)

Pemeriksaan rontgenologis sangat besar artinya bag diagnosa deformitas tulang yang seringkali tidak dapat ditegakkan hanya dengan temuan dari pemeriksaan klinis semata. Diagnosa klinis perlu didasarkan atas gejala-gejala; terjadi kesakitan secara mendadak setelah terjatuh, tertabrak, dipukul.

Palpasi di tempat yang diperiksa secara intensif terasa kelemahan otot-otot, hewan tidak berdiri atau tidak menumpu pada kaki yang mengalami patah tulang kompleta. Bila terjadi pergeseran fragmen-fragmen tulang akan dijumpai salah bentuk.


Bila terjadi fraktur kompleta pada salah satu ekstrimitas, pergerakan hewannya menjadi tidak wajar. 


Semoga bermanfaat :)
Gambar 1. Patah tulang pada tulang tibia anjing labrador


Gambar 2 & 3 anjing dan kucing yang mengalami patah tulang

Kamis, 08 Oktober 2015

Gangguan saraf (tremor) pada anjing & kucing :)

Tremor adalah serentetan kontraksi-kontraksi kecil dari otot-otot yng clonus, menjadikan bergetarnya otot-otot serta menggerakan paha. Kontraksi otot-otot yang terjadi sendiri-sendiri dari rami-rami otot dinamakan fibrilatio atau kedutan.


Chorea adalah tremor hebat serta mendadak/cepat pada sebuah atau lebih otot-otot, sedangkan gerakan-gerakan tersebut tidak dikehendaki dan tidak beralasan. Chorea seringkali terjadi pada sebagai akibat dari penyakit distemper anjing. Chorus sering dikelirukan denan tonus clonus otot-otot.

Semoga bermnfaat :)


Gambar 1. dogy (anjing) yang mengalami gejala distemper


Gmbar 2. Kucing dapat mengalami tremor, akibat gangguan saraf

Sabtu, 05 September 2015

Gangguan Sistem Digesti (Sistem Pencernaan) pada Anjing & Kucing part I:)

Permasalahan gangguan sistem pencernaan pada praktek dokter hewan sangat banyak atau bervariasi, berkisar antara 20 – 25% pasien yang datang ke klinik hewan mengalami permasalahan pada sistem pencernaan.

Mendalami pemeriksaan alat pencernaan diperlukan penguatan anamnestik, melalui serangkaian anamnesa,yaitu : 1) adakah emesis (muntah) dan diare datang atau terjadi secara bersamaan  2) adakah teramati bahan yang dimuntahkan 3) apakah diare yang dimaksud adalah feces encer atau feces lembek 4)adakah dalam emesis atau diare yang diamati adanya darah segar  5)bagaimana pola pemberian pakan selama ini  6) adakah diare terus menerus atau hanya sekali


Secara umum manifestasi dari penyimpangan fungsi alat pencernaan adalah emesis (muntah) dan diare. Penetapan diagnosa penyakit dapat dilakukan dengan cara mencari kausa (penyebab) penyakit, terapi pengobatan dilakukan dengan terlebih dahulu mencari kausa (penyebab) penyakit &  gejala penyakit yang timbul.

Semoga bermanfaat :)

Gambar 1. kucing yang mengalami masalah sistem pencernaan, ditandai dengan gejala klinis tidak mau makan (anoreksia)


Gambar 2 & 3.anjing yang mengalami masalah sistem pencernaan, ditandai dengan gejala klinis tidak mau makan (anoreksia) dan lemas

Senin, 03 Agustus 2015

Tinjauan Yuridis (Hukum) Praktek Kedokteran Hewan (part I) :)

(Sahabat - Sahabat klinik hewan happiness, bulan ini qta sedang mendalami peraturan perundang - undangan Republik Indonesia terutama yang berkaitan dengan kedokteran hewan. Ini hasil pemikiran qta, part I yah :) )

Pasien atau pesakit adalah seseorang atau hewan yang menerima perawatan medis. Kata pasien dalam bahasa Indonesia analog dengan kata patient dalam bahasa Inggris. Kata patient diturunkan dari bahasa Latin patients yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja pati yang artinya “menderita”. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa Indonesia pasien adalah orang yang sakit (dalam hal ini hewan sakit) yang dirawat oleh dokter / dokter gigi / dokter hewan penderita (sakit) suatu penyakit.
Dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang praktek kedokteran menyebutkan bahwa pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi (dalam hal ini hewan kepada dokter hewan).
Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pasien, yaitu :
I.                    Setiap orang
II.                  Menerima / memperoleh pelayanan kesehatan
III.                Secara langsung maupun tidak langsung, dan
IV.                Dari tenaga kesehatan

I.                    Setiap orang
Subjek yang disebut sebagai pasien. Istilah orang sebenarnya mencakup 2 hal, yaitu orang individual yang lazim disebut natuurlijke person dan juga termasuk badan hukum (rechtspersoon)

II.                  Menerima / memperoleh pelayanan kesehatan
Bila kita melihat dalam hal pelayanan kesehatan maka peralihan jasa terjadi antara dokter kepada pasien. Pasien merupakan pemakai atau pengguna jasa pelayanan kesehatan hewan di Rumah sakit hewan / klinik hewan / tempat praktek dokter hewan

III.                Secara langsung maupun tidak langsung
Pasien dapat mendapatkan tindakan medis secara langsung, misalnya pengobatan atau tindakan operasi major atau minor. Ataupun secara tidak langsung misalnya / contohnya konsultasi

IV.                Dari tenaga kesehatan
Dalam hal ini kesehatan hewan mendapatkan pelayanan dari dokter hewan, tenaga kesehatan hewan di bawah penyeliaan / pengawasan dokter hewan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 02 / Permentan / OT.140 / I / 2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner





Gambar 1,2,3, dan 4 Semoga Bermanfaat :)