Translate

Jumat, 22 April 2016

Pemeriksaan Sistem Urinari (Perkencingan) Pada Hewan :)

Sahabat - sahabat klinik hewan happiness :) Maaf admin telat nulis edisi bulan ini soalnya lagi sibuk ngurus T.A. (Tugas Akhir) perkuliahan hihi,, :)

Pemeriksaan atas utin yang populer disebut urinalisis, dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu pemeriksaan fisik urine yang meliputi volume urine (jumlah yang diekresikan), warna kencing umumnya jika sehat berwarna kuning terang sampai kuning gelap. kejernihan jika sehat warna terang tembus atau jernih karena gabungan berasal dari gabungan warna urokhrom dan uroblin, bau / aroma pada anjing & kucing beraroma menyengat terutama kucing karena krnivor sejati, kekentalan urine anjing & kucing bebas dari kandungan glukosa & bebas kristal kalsium karbonat sehingga kekentalan urin anjing & kucng relatif rendah.

Kedua pemeriksaan kimiawi kucing dapat dilakukan strip test yang dilakukan di ruang-ruang praktek dokter hewan   

Semoga bermanfaat :)


Gambar 1. Gangguan saluran kencing (FUS) pada kucing, sangat mengganggu pada hewan kesayangan kit :)


Gambar 2. Anatomis saluran kencing pada kucing & anjing jantan :)

Related posts :
Jadwal vaksinasi pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2011/04/jadwal-vaksinasi-anjing-kucing.html

Pengobatan cacing hati pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/03/pengobatan-cacing-hati-pada-anjing.html

Dispnoe (sesak nafas) pada anjing & kucing (part 2)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/05/dispnoe-sesak-nafas-pada-anjing-kucing.html

Senin, 07 Maret 2016

Animal Welfare :)

Animal Welfare atau kesejahteraan hewan adalah suatu upaya untuk memberikan kondisi lingkungan dan derajat kehidupan yang baik, agar hewan dapat tumbuh, berkembang secara alami dan tanpa tekanan fisik dan stress.

      ’’MANUSYA MRIGA SATWA SEWAKA’’ adalah merupakan semboyan dokter hewan dapat diartikan sebagai mengabdi kepada sesama lewat kesejahteraan hewan. Dengan demikian tugas seorang dokter hewan secara konkret adalah menjaga kesejahteraan manusia dengan jalan memuliakan hewan, menjaga kelayakan sumber protein hewani, mencegah berbagai penyakit yang dapat menular dari hewan (zoonosis) serta menjaga kesehatan lingkungan tempat hewan/ternak menjalani perkembangan kehidupannya.

       Indonesia sudah mempunyai Undang – Undang (UU) yang mengatur kesejahteraan hewan, UU Nomer 18 Tahun 2009, Pada pasal 66 menyebutkan bahwa kesejahteraan hewan yang diatur berdasarkan Undang Undang meliputi :
1.            Penangkapan dan penanganan satwa dari habitatnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang konservasi;
2.    Penempatan dan pengandangan dilkukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya;
3.            Pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan;
4.            Pengangkutan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa takut dan tertekan serta bebas dari penganiayaan;
5.            Penggunaan dan pemanfaatan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari penganiayaan dan penyalahgunaan;
6.            Pemotongan dan pembunuhan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa sakit, rasa takut dan tertekan, penganiayaan, dan penyalahgunaan; dan
7.     Perlakuan terhadap hewan harus dihindari dari tindakan penganiyaan dan penyalahgunaan.

             Menurut konsensus Internasional yang diatur dalam animal welfare, meliputi :
World Society for Protection of Animals (WSPA)
1. Bebas dari rasa lapar dan haus (Freedom from hunger and thristy)
2. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit (Freedom from pain, injury and disease)
3. Bebas dari rasa penyalahgunaan dan salah pemanfaatan (Freedom from abused and misused)
4. Bebas untuk melakukan perilaku alaminya (Freedom to express normal behavior)


5. Bebas dari rasa takut dan tertekan (Freedom from  fear and distress)

Gambar 1. Memberi makan hewan kesayangan (anjing & kucing) merupakan salah satu tindakan dari animal welfare (kesejahteraan hewan)
Gambar 2. Mengobati hewan yang skit (bebek) adalah hal yang baik :)

Semoga bermanfaat :)

Rabu, 03 Februari 2016

Teknik & Metode Pemeriksaan Rusa (part I) :)

Telah 6 tahun yang lalu (19 Oktober 2010), ketika tim klink hewan happiness mulai  dipercaya menangani rusa di daerah Ciumbuleuit (jalan neglasari, deket kampus UNPAR ke atas sedikit). Dalam sebulan 2 - 4 kali tim klink hewan happiness melakukan kunjungan rutin untuk pemeriksaan kesehatan rusa totol (Axis Axis).

Berikut kita berbagi Teknik & Metode Pemeriksaan Rusa Totol (Axis Axis).
1.       Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh,  meliputi Nutrisi yang diberikan. Rusa adalah jenis herbivora (pemakan tumbuhan); rumput – rumputan & umbi – umbian sangat baik diberikan
2.       Pemeriksaan parasit; dengan pemberian rutin obat anti parasit, baik internal dengan pemberian obat cacing maupun eksternal (kutu, jamur, caplak, pinjal) dengan injeksi / suntikan (Inj/ ivermectine) cukup efektif selama ini
3.       Kebersihan lingkungan; kebersihan kandang perlu dilakukan secara rutin & telaten. Terutama lantai / alas kandang, jangan becek  terutama jika alasnya tanah. Pernah pada tahun 2013 lantai / alas kandang becek menyebabkan gangguan saluran pernafasan; identifikasi bakteri ada pneumonia
4.       Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga); hubungan baik dengan  Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga) sangat penting karena Animal keeper (pemelihara rusa & penjaga) merupakan individu yang tiap hari berinteraksi (lewat pemberian makan & pembersihan kandang) rusa, sehingga menjaga komunikasi sangat penting.
5.       Preventive health care (mencegah penyakit); jika ada gejala klinis penyakit yang timbul segera diobati, misalnya kasus kejadian kaki pincang karena dengan penanganan segera & menyeluruh tingkat kesembuhan lebih tinggi.

Semoga bermanfat    :)



 Gambar 1. Rusa jantan (pejantan) dalam kondisi sehat; lama ga bertemu :)

Gambar 2. Alas kandang lebih baik menggunakan litter / sekam, supaya ga becek :)

 Gambar 3. Anakan rusa (deer) yang sedang mau menyusu induknya :)

Related posts:

Kunjungan rusa pertama kali
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2010/10/penanganan-rusa-di-daerah-ciumbuleuit.html

Reproduksi rusa totol (Axis Axis)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/04/reproduksi-rusa-axis-axis-rusa-totol.html

Bakti sosial penanganan rusa
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2014/01/bakti-sosial-penanganan-rusa-axis-axis.html

Minggu, 10 Januari 2016

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Peluang &Tantangan (Bidang Kedokteran Hewan) :)

Mulai diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada tanggal 31 Desember  2015 adalah gelombang kecil dalam gelombang besar bertajuk Globalisasi.  Kesepakatan   10 negara ASEAN yang diteken di Pulau Bali pada tahun 2003, berpilar pada 4 pendekatan strategis: 1. Pasar tunggal & basis produksi, 2. Wilayah ekonomi berdaya saing tinggi, 3. Kawasan pembangunan ekonomi yang seimbang, dan 4. Integrasi penuh dengan ekonomi global.

Secara singkat, MEA berisi pemberlakuan “5 (lima) arus bebas”  meliputi arus a)barang, b)jasa, c) tenaga kerja  terampil, d) modal, dan e) arus bebas investasi.

Para dokter hewan & paramedik hewan yang bergerak di  bidang peternakan,  hewan kesayangan, obat-obatan hewan, akademisi, dll  perlu mampu menghasilkan produk & jasa yang bisa besaing dengan 10 negara ASEAN, persaingan dalam pasar global pada prinsipnya adalah tentang 2 variabel, yaitu : kualitas (mutu) & harga.

Ketahanan nasional perlu dibangun bukan hanya masalah keamanan, tetapi juga ketersediaan barang, jasa, modal, ideologi, dan sosial budaya. Prinsip “Negara  hadir” harus tampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari baik di bidang ipoleksosbudhankam.







 Semoga bermanfaat :)


Related posts :
Penyelamatan flora & fauna yang hampir punah :)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/12/penyelamatan-flora-fauna-yang-hampir.html

Jadwal vaksin pada anjing & kucing :)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2011/04/jadwal-vaksinasi-anjing-kucing.html

Penyakit pada masa kebuntingan & pasca kelahiran pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2011/01/penyakit-penyakit-pada-masa-kebuntingan.html

Sabtu, 05 Desember 2015

Penyelamatan Flora & Fauna yang Hampir Punah :)

Program Penitipan Hewan Natal & Tahun Baru :
http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/2015/06/penitipan-hewan-kesayangan-liburan-2015.html

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan jenis flora & fauna, termasuk diantaranya keunikan & keanekaragamannya sehingga dinyatakan sebagai salah satu dari sedikit Negara mega-biodiversity di dunia. Namun demikian Indonesia juga merupakan Negara dengan tingkat keterancaman terhadap spesies dan genetik yang sangat tinggi. Penyebab utama keterancaman terhadap bahaya kepunahan spesies adalah kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali termasuk diantaranya perdagangan tumbuhan dan satwa liar yang dalam dasawarsa terakhir ini terlihat semakin meningkat.

Pemanfaatan tumbuhan & satwa liar yang selama ini dilakukan di Indonesia umumnya masih didasarkan atas perhitungan-perhitungan ekonomi dan masih kurang memberikan perhatian pada kepentingan ekologi dan lingkungan. Selain itu sumberdaya masih dinilai (valuasi) terlalu rendah sehingga pemanfaatan langsung dari alam tidak terkendali. Meningkatnya tekanan terhadap kehidupan liar dan ekosistem alami erat kaitannya dengan kemiskinan, tekanan penduduk, pemanfaatan sumber daya alam dan lahan hutan serta krisis ekonomi yang melanda Negara Indonesia dimana flora & fauna merupakan sumberdaya yang mudah dan cepat didapatkan langsung (directly accessible) untuk menghasilkan keuntungan. Pada gilirannya faktor-faktor tersebut akan mendorong berlanjutnya kerusakan habitat, meningkatnya pemanfaatan sumberdaya alam tanpa batas.


Mengingat hal-hal tersebut di atas maka konservasi keanekaragaman hayati perlu mendapat prioritas utama dalam menghindari terjadinya kepunahan kehidupan liar. Salah satu upaya untuk mencegah kepunahan jenis adaah dengan perlindungan & pengendalian terhadap pemanfaatannya. Secara khusus perdagangan baik legal maupun illegal sebagai penyebab terbesar kedua terancamnya kehidupan flora & fauna juga perlu mendapat perhatian. Salah satu alat pengendalian adalah melalui Konvensi Kontrol Perdagangan Internasional dalam rangka mendukung keberlanjutan populasi di alam.  

Semoga bermanfat :)



*Note : Program Magang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, bulan Februari 2016

Senin, 09 November 2015

Fraktur (Patah Tulang) pada Hewan Kesayangan part I:)

Pemeriksaan rontgenologis sangat besar artinya bag diagnosa deformitas tulang yang seringkali tidak dapat ditegakkan hanya dengan temuan dari pemeriksaan klinis semata. Diagnosa klinis perlu didasarkan atas gejala-gejala; terjadi kesakitan secara mendadak setelah terjatuh, tertabrak, dipukul.

Palpasi di tempat yang diperiksa secara intensif terasa kelemahan otot-otot, hewan tidak berdiri atau tidak menumpu pada kaki yang mengalami patah tulang kompleta. Bila terjadi pergeseran fragmen-fragmen tulang akan dijumpai salah bentuk.


Bila terjadi fraktur kompleta pada salah satu ekstrimitas, pergerakan hewannya menjadi tidak wajar. 


Semoga bermanfaat :)
Gambar 1. Patah tulang pada tulang tibia anjing labrador


Gambar 2 & 3 anjing dan kucing yang mengalami patah tulang

Kamis, 08 Oktober 2015

Gangguan saraf (tremor) pada anjing & kucing :)

Tremor adalah serentetan kontraksi-kontraksi kecil dari otot-otot yng clonus, menjadikan bergetarnya otot-otot serta menggerakan paha. Kontraksi otot-otot yang terjadi sendiri-sendiri dari rami-rami otot dinamakan fibrilatio atau kedutan.


Chorea adalah tremor hebat serta mendadak/cepat pada sebuah atau lebih otot-otot, sedangkan gerakan-gerakan tersebut tidak dikehendaki dan tidak beralasan. Chorea seringkali terjadi pada sebagai akibat dari penyakit distemper anjing. Chorus sering dikelirukan denan tonus clonus otot-otot.

Semoga bermnfaat :)


Gambar 1. dogy (anjing) yang mengalami gejala distemper


Gmbar 2. Kucing dapat mengalami tremor, akibat gangguan saraf