Senin, 04 Agustus 2014

Pemeriksaan Mikroskopis pada Hewan Kesayangan (Demodekosis & RingWorm) :)



Parasit – parasit besar yang kasat mata dapat dijumpai (menginfestasi kulit), seperti Rhipicephalus sanguinaues, Ctenocephalides canis/felis, Haematopinus spp., Trichodentes spp. dan lain lain. Untuk ektoparasit yang sangat kecil hanya dapat dilihat di bawah mikroskop, seperti Scabies spp., Trichodentes spp.

Bahan kerokan kulit untuk pemeriksaan mikroskopis dikerok dari bagian tepi kulit, material yang diperoleh lalu diletakkan di atas object glass yang sudah dibubuhi larutan KOH. Bila dari suatu pemeriksaan dari kerokan kulit ditemukan hasil negatif, dapat diambil sampel dari bagian kulit yang lain (disebut pemeriksaan duplo atau triplo)

Penyakit yang bisa didiagnosis secara mikroskopis antara lain :

Demodekosis
Kutu Demodex canis atau D. Canis yang menyebabkan demodikosis pada anjing dan tidak menutup kemungkinan insidensi kejadian menyerang kucing.
Nutrisi untuk daur hidup Demodex canis adalah luluran sel sel epidermis mati. Demodex canis masuk ke dalam akar rambut secara penetratif, maka jika sudah menimbulkan kerusakan, akan terjadi demodekosis. Demodekosis pada kulit terdapat 2 bentuk, yaitu bentuk squamosa dan bentuk pustulosa.

Ringworm
Pada hewan kesayangan ringworm disebabkan oleh 2 jenis cendawan
a.       Trichophytosis disebabkan oleh jamur Trychophyton trrychophyton
b.      Microsporosis disebabkan oleh jamur Microsporum canis atau Microsporum felis
Pada kulit yang diserang terdapat scutula, dimananya warnanya seperti warna abses


                       Gambar 1. Kucing yang mengalami infestasi kutu Demodex sp.





 Gambar 2. Anjing yang mengalami demodekosis akut


gambar 3. kelinci yang mengalami penyakit ringworm

Selasa, 01 Juli 2014

Magang Praktek Mahasiswa FKH IPB Bogor & Pembuatan Sistem Pakar Pengobatan Burung Kenari T.A. mahasiswa Univ. BSI bandung :)

 Program Penitipan Kucing, Anjing & Hewan kesayangan lain SELAMA Lebaran :)
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/p/program.html

Pada bulan juli ini, klinik hewan happiness mendapat 2 kunjungan, dari teman teman mahasiswa FKH IPB (calon rekan sejawat) yang sedang liburan semester dan mengikuti kegiatan magang di klinik, mahasiswa yang magang berjumlah 5 orang, dibagi dalam 2 gelombang dari tanggal  30 Juni – 13 Juli 2014. Teman teman belajar tentang sistem klinik hewan, SOP (standar Operasional Prosedur), dan mengamati pengobatan hewan hewan yang sakit

Selain itu ada juga teman dari Universitas BSI Bandung (Bina Sarana Informatika) yang melakukan penelitian untuk Tugas Akhir membuat sistem pakar Pengobatan & Penyakit pada Burung Kenari


Semoga kegiatan ini bermanfaat tidak hanya untuk mahasiswa yang magang & penelitian Tugas Akhir (TA) dan dokter hewan di klinik hewan happiness tapi juga untuk masyarakat luas yang mendapat dampak positif dari kegiatan ini dalam jangka panjang :)

 Gambar 1. Mahasiswa FKH IPB yang sedang magang, ciss :)


Gambar 2. Mahasiswa yang sedang magang, belajar teknik mengambil sampel caplak

Gambar 3. Surat pengantar penelitian TA (Tugas Akhir) mahasiswa Univ. BSI bandung, pembuatan sistem pakar pengobatan burung kenari


Gambar 4. Surat pengantar dari FKH IPB Bogor, mahasiswa magang Praktek


Semoga bermanfaat semuanya :)


Related post :

Penyakit mata pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2014/06/penyakit-mata-pada-anjing-kucing-part-i.html

Scabies pada anjing, kucing, dan kelinci
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2014/05/scabies-pada-anjing-kucing-dan-kelinci.html

Dispnoe (sesak nafas) pada anjing & kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2014/04/dispnoe-sesak-nafas-pada-anjing-kucing.html

Selasa, 03 Juni 2014

Penyakit mata pada anjing & kucing (part I) :)


Pemeriksaan mata pada hewan ajing & kucing sebaiknya dilakukan di dalam ruangan yang cukup terang atau di bawah sinar matahari tidak langsung. Tetapi pada pemeriksaan refleks pupil mata dapat dilakukan pada kamar gelap. Secara inspeksi dapat diperhatikan keseluruhan orbital dan dibandingkan antara orbital kiri dan kanan.

Kelainan - kelainan yang kasat mata pada inspeksi adalah kebengkakan baik kelopak mata maupun bola mata, epiphora (air mata terus mengucur), kotoran mata berlebihan / belekan (ocular discharge) atau perbandingan bola mata atau bulbus oculi kiri dan kanan. Perlu segera dicatat dan diyakini manakah di antara bola mata tersebut yang membesar / bengkak atau mengecil menyusut.


Pengenalan terhadap bentuk anatomi ras – ras anjing dan kucing tertentu sangat diperlukan, misalkan orbital dengan bola mata pada anjing pekingese sangat berbeda dari anjing herder (german sheperd), begitu juga pada kucing anakan (kitten) berbeda dengan kucing dewasa. Pada inspeksi juga dapat diperhatikan kelopak mata yang sayu menutup bila terkena sinar / cahaya tidak langsung, disebut sebagai photophobia, yaitu suatu keadaan ketika pengaruh cahaya pada mata menyebabkan kesakitan / kepedihan mata, sehingga hewannya selalu memejamkan mata atau mengelakan mata dari sinar terang. Keadaan epiphora dijumpai pada penyakit – penyakit mata tertentu. 

Semoga bermanfaat :)


Gambar 1. Kejadian mata merah pada anjing, mata anjing perlu diberi obat tetes :)

Gambar 2. Belekan pada mata kucing perlu diperhatikan hubungan / asosiasi dengan penyakit lain


Gambar 3. Daging tumbuh pada mata anjing perlu penanganan dari dokter hewan

Sabtu, 17 Mei 2014

Scabies pada anjing, kucing, dan kelinci :)

Scabies dapat dijumpai pada hewan anjing, kucing, dan kelinci dari segala umur (anakan, muda, dan tua). Penyebabnya adalah tungau – tungau Sarcoptes scabei yang amat kecil yang hanya terlihat di bawah mikroskop.

Tempat tempat yang disukai atau predileksi dari tungau Sarcoptes scabei antara lain : kepala, dada, perut bawah, ketiak, dan bagian medial paha.

 Gejala yang tampak, mula – mula kulit terlihat bentol – bentol merah lalu menjadi vesikula. Kalau disertai dengan kuman – kuman (bakteri) sekunder vesikula menjadi pustula. Jika kemudian daerah tersebut digaruk vesikula atau pustula menjadi pecah, eksudasi keluar, menjadi kering dan merupakan kerak atau scutula. Umumnya proses ini diikuti dengan rontoknya rambut. Dan jika digaruk terus menerus terjadilah dermatitis (radang kulit).


Apakah bisa menular ke manusia ?
Seperti juga tungau lain, kelompok sarcoptes dapat menginfestasi ke manusia dan menyebabkan kemerahan dan gatal – gatal pada kulit manusia. Pada bagian yang gatal biasanya terbentuk semacam benjolan kecil. Bila pecah dan terus digaruk, tungau yang ada di dalamnya bisa terus menyebar ke daerah sekitarnya. Rasa gatal yang ditimbulkan oleh tungau scabies cukup mengganggu.


Pengobatan yang bisa dilakukan
  • ·     Segera pisahkan anjing, kucing, dan kelinci yang terinfestasi tungau scabies dengan yang lain, karena mudah menular
  • ·       Mandikan anjing, kucing, dan kelinci dengan sabun atau shampoo yang mengandung sulfur / belerang
  • ·        Salep bagian keropeng kulit dengan kandungan Gamexan 1% atau sulfur 3 – 5 %
  • ·        Injeksi / penyuntikan dengan ivermectine cukup efektif

Semoga bermanfaat :)
Gambar 1. Kejadian scabies akut pada anjing

Gambar 2. pada kelinci tampak keropeng / kerak berwarna putih ciri infestasi tungau sarcoptes scabei

Gambar 3. Kucing yang menderita scabies pada bagian wajah / muka


Semoga bermanfaat :)

Minggu, 20 April 2014

Dispnoe (sesak nafas) pada anjing & kucing :)

Setiap kesukaran dalam bernafas, baik pada waktu inspirasi maupun ekspirasi atau keduanya, dibantu oleh pengaktifan otot – otot pernafasan tambahan disebut dengan dispnoe. Dispnoe dapat merupakan kelainan tipe, ritme, atau intensitas pernafasan.

Untuk menentukan derajat dispnoe pada anjing & kucing ke dalam derajat ringan, sedang, atau hebat. Anjing dan kucing dibawa berjalan – jalan sebentar, makin berat tingkatan penyakit yang diderita, dibutuhkan waktu yang lebih lama bagi kegiatan respirasi kembali ke keadaan semula.

Dispnoe inspiratoris dijumpai pada saat keadaan, saat aliran udara masuk ke dalam paru – paru serta sampainya O2 (gas Oksigen) ke dalam alveol paru – paru terhalang. Hal ini contohnya disebabkan stenosis pada saluran pernafasan bagian atas. Dispnoe inspiratoris menunjukan gejala – gejala sebagai berikut : dilatasi lubang hidung, mulut terbuka waktu inspirasi, tipe respirasi costal, depresi ruang ruang intercostal, leher, dan kepala menjulur ke depan.


Dispnoe ekspiratoris terjadi bila udara dari paru – paru keluar ke udara bebas yang terhalang, misalnya pada emphysema pulmonum atau hilangnya elastisitas jaringan paru-paru atau adanya perlekatan pleura viseral dan pleura parietal, yang disebabkan oleh peradangan pada waktu yang lalu.


Gambar 1. kucing yang mengalami sesak nafas tampak kurus, kepala dijulurkan ke depan


Gambar 2. Kucing yang mengalami dispnoe (sesak nafas) ekspiratoris ditemukan permasalahan pada paru - paru (tampak rontgen)


Gambar 3. Anjing yang sesak nafas (dispnoe) bernafas dengan dibantu alat

Minggu, 09 Maret 2014

Kejadian Penyakit Feline Calicivirus pada Kucing :)



Calicivirus tergolong dalam famili caliciviridae, dimana virus tersebut merupakan salah satu dari dua virus yang umum menyerang saluran pernafasan atas pada kucing, virus ini tergolong virus RNA. Virus Calicivirus termasuk salah satu penyebab gangguan pernafasan pada kucing. 
Calicivirus tersebar di seluruh dunia dan dapat menyerang semua ras kucing. Vaksinasi telah mengurangi kejadian dan tingkat keparahan gejala klinis penyakit ini. Calicivirus mempunyai beberapa strain, strain tertentu menyebabkan gejala yang berbeda seperti luka (ulkus) pada mulut dan telapak kaki. Sebagian besar gejala yang muncul biasanya suara menjadi serak, dan hilangnya nafsu makan.
 
Gejala klinis yang timbul umumnya menyebabkan gangguan pernafasan, luka sekitar bibir dan mulut seperti sariawan (ulkus oral)

Penyebaran virus ini biasanya dengan kontak melalui air liur, cairan yang keluar dari hidung dan mata dan kadang melalui kotoran kucing yang terinfeksi. Virus ini sering menyerang kucing muda (kitten), rumah/tempat dengan jumlah kucing banyak dan tempat penampungan hewan. Wabah biasanya terjadi pada kandang/populasi kucing yang padat, ventilasi kurang baik, kandang yang kurang bersih, nutrisi kurang dan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin.


Pertolongan pertama dan pengobatan yang bisa diberikan antara lain beri makanan yang lunak, suapi bila kucing tidak mau makan. Beri nutrisi yang baik dan vitamin, bersihkan kotoran pada mata dan hidung. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri.  Pada kasus penyakit yang berat diperlukan rawat inap dan infus.

Pencegahan yang baik adalah dengan vaksinasi kucing secara teratur setiap tahun, menggunakan vaksin tricat, vaksin polivalen yang mengandung (feline panleucopenia / distemper kucing, rhinotracheitis, calicivirus)
Semoga bermanfaat :)




Gambar 1. Kucing yang menderita infeksi virus calicivirus, timbul gejala klinis stomatitis pada mulut (sariawan)




Gambar 2. Kucing yang menderita virus calicivirus tampak lesu

Artikel terkait :

Penyakit distemper anjing 
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2010/12/mewaspadai-penyakit-virus-yang.html

Penyakit parvovirus
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2012/07/parvovirus-muntaber.html

Penyakit distemper kucing
http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2013/12/feline-panleucopenia-virus-fpv.html

Minggu, 09 Februari 2014

Penelitian Lanjutan Mahasiswa FKH IPB (pembuatan data primer) :)



Pada tanggal 6 Februari 2014 telah datang beberapa mahasiswa FKH IPB (Fakultas Kedokteran Hewan – Institut Pertanian Bogor) untuk melakukan penelitian lanjutan (pembuatan data primer) untuk skripsinya tentang kejadian kutu & caplak pada hewan anjing di dokter hewan praktek / klinik hewan / rumah sakit hewan di Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Sebenarnya Mas Cucu Sutrisna pada bulan april 2013 sudah melakukan penelitian untuk skipsinya di klinik hewan happiness tapi ada beberapa koreksi yang perlu diperbaiki oleh dosen pembimbing. Data – data yang ada yang telah dikumpulkan pada bulan april 2013 dianggap sebagai data sekunder. Mas Cucu diharapkan mengkoleksi sampel sendiri dari suatu peternakan (breeder) anjing jadi mulai dari tahap awal persiapan, proses pengambilan sampel (collecting) caplak / kutu sampai pada pemrosesan data & sampel menjadi data primer (utama).
Berikut foto – fotonya :



 
Gambar 1 & 2. Hasil koleksi pengambilan sampel caplak & kutu





Gambar 3 & 4 Proses pengambilan & pengkoleksian sampel