SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL 1.02.005901.04.2016.005825
SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI
Feline panleukopenia, adalah penyakit viral yang menyerang bangsa Felidae seperti kucing yang disebabkan oleh feline parvovirus (FPV). Penyakit ini menyerang kucing dewasa maupun anakan kucing ( kitten ). Panleukopenia kucing atau yang dikenal dengan distemper kucing menyebabkan gangguan pencernaan seperti diarrhea pada kucing dewasa. Lebih dari itu, apabila virus panleukopenia kucing menginfeksi indukan yang bunting, maka akan menyebabkan kelainan perkembangan syaraf pusat pada fetus yang disebut hypoplasia . Virus ini memiliki tingkat penyebaran yang tinggi dan tingkat kematian yang tinggi. Tingkat kematian yang tinggi ini dikarenakan kucing yang sudah terinfeksi dengan virus panleukopenia menjadi immunocompromised (melemahnya kekebalan terhadap penyakit) terhadap infeksi dari bakteri maupun parasit dari luar. Kucing yang terinfeksi oleh virus panleukopenia menunjukkan berbagai macam tanda-tanda, mulai dari gejala yang ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
PARVOVIRUS (Muntaber)
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Parvovirus mulai dikenal pada tahun 1978 dan hanya beberapa
bulan saja telah menyebar ke seluruh dunia karena sangat menular, Diduga virus
ini merupakan hasil mutasi virus panleukopenia pada kucing (penyebab penyakit
distemper kucing). Itulah sebabnya saat belum ada vaksin untuk parvovirus,untuk
sementara waktu anjing divaksinasi dengan vaksin distemper kucing.
Parvovirus menyerang anjing dari segala ras dan umur. Angka
kematian akibat penyakit ini sangat tinggi karena hewan akan mengalami
dehidrasi hebat akibat sering muntah dan mencret.
Gejala Dan Tanda
Gejala yang tampak dari serangan penyakit ini tergantung
pada tipe virus yang menyerang. Ada dua tipe virus, yaitu parvovirus tipe
jantung dan tipe pencernaan. Serangan parvovirus tipe alat pencernaan akan
menunjukan gejala antara lain penderita akan menjadi sangat depresif, nyeri
perut, serta selalu muntah dan mencret (terkadang dengan darah) yang baunya
sangat busuk.
Sementara gejala akibat serangan parvovirus tipe jantung antara
lain radang otot jantung (myocarditis) yang sangat fatal disertai timbunan
cairan di dalam paru-paru yang disebut hydrotorax. Virus tipe ini akan
menyebabkan kematian yang sangat cepat atau mendadak, terutama pada anjing umur
5-6 minggu.
Pengobatan
Pengobatan di arahkan pada upaya untuk mengatasi dehidrasi dan mencegah
infeksi sekunder. Oleh karena
penderita selalu muntah dan mencret maka pengobatan lewat mulut tidak efektif
dan tidak dapat dilakukan. Untuk itu dianjurkan agar penderita di rawat inap untuk
mendapatkan perawatan intensif melalui infus makanan, obat, dan roboransia
(vitamin dan mineral).
Pencegahan
Pencegahan terbaik adalah vaksinasi teratur. Vaksin parvovirus telah lama beredar di Indonesia
baik dalam kemasan monovalen (satu jenis vaksin) maupun polivalen (kombinasi
beberapa jenis vaksin). Sebaiknya anjing
divaksinasi sejak umur 6, 8, 12, dan 16 minggu dengan vaksin monovalen kemudian
di ulang setiap tahunnya dengan vaksin monovalen ataupun polivalen anjing yang
divaksinasi umur 16 minggu sebaiknya diulang 4 minggu kemudian dan selanjutnya
diulang setiap tahun. Namun, untuk menunggu anjing berumur 16 minggu sangatlah
riskan karena frekuensi penularan virus ini sangat tinggi. Anjing yang
mendapat nutrisi berimbang bebas parasit
dan memperhatikn kebersihan umum akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.
Kesehatan Lingkungan
Parvovirus sangat tahan terhadap kondisi lingkungan,
meskipun di luar tubuh virus ini dapat hidup di tanah beberapa bulan hingga
setahun. Agar populasi virus cepat hilang, sebaiknya kandang dan peralatan
didesinfeksi berulang kali lalu dijemur
desinfektan yang digunakn misalnya lysol, sublimat povidon kaporit atau
formalin 1%. Desinfektan dapat dibeli bebas di apotek kecuali sublimat dan
formalin 1% yang harus dengan resep dokter. Bila ingin memelihara anjing lain setelah
anjing sebelumnya menjadi korban parvovirus dianjurkan agar anjing sudah
divaksinasi parvovirus sedikitnya dua minggu sebelum didatangkan, bahkan lebih
baik lagi kalau sudah divaksinasi ulang.
Gambar 1. anak anjing (puppies) yang terinfeksi parvovirus tampak lemas
Gambar 2. anak anjing (puppies) rentan terhadap virus parvovirus
Gambar 3. Hewan yang terinfeksi parvovirus perlu mendapatkan perawatan intensif (diinfus)
Terimakasih, kalo boleh ada saran untuk tulisannya =) Related post :
Program Penitipan Kucing & Hewan Kesayangan Lain (Lebaran 2016) : http://klinikhewanhappiness.blogspot.co.id/p/program.html (Layanan gawat darurat 24 jam di klinik utama) Klinik 1 (utama) Jalan Matra Persada No. 10, Gn. Batu, Bandung SURAT TANDA REGISTRASI VETERINER (STRV) NASIONAL 1.02.005901.04.2016.005825 SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER HEWAN NASIONAL PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) (Lulus) 1.02.2009.010615.04-16.04.2016/KDHI
Feline panleukopenia, adalah penyakit viral yang menyerang bangsa Felidae seperti kucing yang disebabkan oleh feline parvovirus (FPV). Penyakit ini menyerang kucing dewasa maupun anakan kucing ( kitten ). Panleukopenia kucing atau yang dikenal dengan distemper kucing menyebabkan gangguan pencernaan seperti diarrhea pada kucing dewasa. Lebih dari itu, apabila virus panleukopenia kucing menginfeksi indukan yang bunting, maka akan menyebabkan kelainan perkembangan syaraf pusat pada fetus yang disebut hypoplasia . Virus ini memiliki tingkat penyebaran yang tinggi dan tingkat kematian yang tinggi. Tingkat kematian yang tinggi ini dikarenakan kucing yang sudah terinfeksi dengan virus panleukopenia menjadi immunocompromised (melemahnya kekebalan terhadap penyakit) terhadap infeksi dari bakteri maupun parasit dari luar. Kucing yang terinfeksi oleh virus panleukopenia menunjukkan berbagai macam tanda-tanda, mulai dari gejala yang ...
Hewan atau satwa adalah ciptaan yang Maha Kuasa yang perlu dijaga kelestarian & kehidupannya :) Pengertian satwa Liar berdasarkan Undang Undang No.5 tahun 1990 pasal 1 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya adalah semua binatang yang hidup di darat dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50-150 spesies bumi punah setiap harinya. Proyeksi tersebut menyebutkan Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Laju kepunahan beragam spesies saat ini mencapai 40-400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu. Penyebab kepunahan spesies antara lain disebabkan degradasi habitat, perdagangan, dan perburuan Berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomer 7 tahun 1999 yang merupakan turunan hukum dari UU No.5 tahun 1990. Pemeliharaan atau pengawetan (bahas...
A good & cozy place (pet clinic) for my pet. Thanks for vaccine my dog
BalasHapus